Teknopreneur.com – Angka pengidap penyakit ginjal di Indonesia terbilang tinggi. Dri tahun ke tahun jumlahnya cenderung naik. Diperkirakan ada sekitar 400 lebih penderita penyakit ginjal dari satu juta penduduk Indonesia. Mereka terpaksa harus menjalani terapi dan menggunakan ginjal penngganti.

Kondisi ini cukup memprihatinkan. Apalagi banyak orang yang memeriksakan ginjal justru saat kondisinya sudah cukup parah. Akibatnya, pengobatan dilakukan saat kondisi sudah tak sulit untuk diobati.

Biaya pemeriksaan ginjal yang cukup mahal juga menjadi salah satu penghambat. Ditambah lagi biaya pengobatan penyakit ginjal yang lumayan tinggi. Pendrita harus mengeluarkan paling sedkit Rp 400 ribu rupiah untuk setiap kali cuci darah.

Kondisi ini membuat Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui penelitinya, Joko Sumanto, menciptakan alat pendeteksi ginjak secara online. Alat ini dinamai Renograf IR3. Alat ini berfungsi untuk screening diagnosic agar dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat dan akurat pada pasien penyakit ginjal.

Joko menilai selama ini alat pendeteksi penyakit ginjal  masih kurang akurat karena hanya mampu mendeteksi ginjal sebelah kiri. Karena itulah, ia berinisiatif menciptakan alat yang mampu mendeteksi fungsi ginjal secara akurat. Alat ini didesain pada sebuah kursi sehingga pengguna dapat mudah menggunakannya.

Metode pemakaian pun cukup sederhana. Pasien cukup duduk di kusi yang sudah dilengkapi dengan alat pendektetor umtuk ginjal kiri dan kanan. Alat yang memanfaatkan sinar gama ini akan memantau kondisi ginjal secara lebih akurat. Sebelumnya pasien akan disuntikkan larutan yang mengandung larutan iodium. Cairan tersebut akan memancarkan radiasi sinar gama. Radiasi tersebut kemudian terbaca dalam ardar chip yang dipasang pada kursi dan terkoneksi pada komputer.