Teknopreneur.com – Pasti pernah mendengar dengan istilah junk food atau makanan cepat saji. Pada dasarnya orang lebih menyukai makanan cepat saji ini yang menurut mereka lebih enak daripada makanan buatan rumah. Padahal, junk food atau makanan cepat saji ini masih dipertanyakan baik dari segi nilai gizi maupun produksi dan pemrosesannya hingga sampai ke tangan konsumen.

Akhir-akhir ini, tim peneliti dari Aging Research Center (ARC) menggandeng Universitas Collins of McMasters, Kanada membuktikan tentang keterkaitan antara diet dan perkembangan fungsi otak. Mereka menemukan bahwa diet dengan makan yang mengandung spektrum dan warna seperti pelangi misalnya buah-buahan, sayuran, ikan berlemak, minyak zaitun yang extra virgin, kacang-kacangan, dan porsi daging minimal bisa memberikan pengaruh positif.

Semacam diet tersebut ternyata bisa mengurangi resiko obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi – dari semua resiko tersebut faktanya merupakan faktor-faktor yang bisa menyebabkan keterlambatan kognitif.

Selain itu, dampak positif lainnya juga bisa meningkatkan keberadaan bakteri intestinal, meredam peradangan, menghilangkan stres oksidatif – berakibat ketidakseimbangan tidak hanya tubuh tapi juga otak.

Peneliti memfokuskan pada pembelajaran tentang relasi antara memberikan nutrisi murni tanpa terkandung di makanan misalnya suplemen vitamin E, A, C, dan B dengan penurunan kognitif tidak menunjukkan hasil yang relevan.

Jadi, jika individu mengonsumsi nutrisi dalam bentuk suplemen yang mengandung kebaikan pada otak meliputi cokelat, bluberry, dan teh hijau, hasil positifnya tidak kelihatan dibandingkan dengan mengonsumsi nutrisi yang terdapat dalam makanan.

“Sejauh ini, tidak ada namanya makanan atau pil super”, kata Barbara Caracciolo, penulis utama dari penelitian tim ARC tersebut. “Anda harus kembali mengikuti diet yang seimbang seperti nenek biasa lakukan… kita memang harus menjalani pola diet tersebut daripada berkutat dengan beberapa nutrisi dan makanan tertentu”

Dari semua perilaku diet yang diobservasi, diet ala wilayah Mediterania dipilih menjadi pola diet yang memberikan paling banyak benefit untuk otak. Diet ini mencakup sekumpulan makanan yang bernutrisi sekaligus memberikan banyak manfaat untuk otak.

Bahkan, diet ini diklaim bisa mengurangi proses penuaan. Penelitian ini pun telah dipublikasikan dalam paper “New dietary strategies addressing the specific needs of the elderly population for healthy aging in Europe”. Tertarik dengan diet ini?