Teknopreneur.com – Perkembangan teknologi mendorong pertumbuhan inovasi yang berbasiskan pada pemanfaatan teknologi informasi (TI). Dalam momentum Pilpres 2014 yang diselenggarakan di Indonesia, dimanfaatkan sebagai salah satu prototipe dari peluncuran inovasi yang dibuat oleh mindtalk, yang diberi nama ‘Sentigram’.

Dilihat dari namanya, Sentigram, kita sudah bisa menerka sedikit seperti apa inovasi tersebut. Dalam konferensi pers CEO mindtalk, Danny Oei Wirianto menyatakan,“Sentigram merupakan alat survei yang dapat mengukur sentimen atau opinion mining terhadap suatu brand,  baik berupa tanggapan positif maupun negative.”

Dengan kosa-kata Bahasa yang beragam di Indonesia, khusunya anak muda yang biasa menggunakan bahasa gaul mereka, maka dalam search engine menggunakan alogaritma Bahasa Indonesia dan dibuat oleh orang Indonesia untuk lebih menyelaraskan antara mesin dengan komentar yang dikeluarkan oleh para pengguna sosial media.

Kemudian Danny juga menyatakan dengan melakukan survei elektabilitas masyarakat terhadap masing-masing capres dan cawapres, lewat data yang diambil dari 6 social media, seperti facebook, twitter, dan mindtalk, maka akan diperoleh data dalam skala nasional sebagai bahan verifikasi. “Tidak hanya penilaian positif yang mampu dibaca, tetapi konten  yang bersifat netral dan negatif pun dapat ditampilkan secara detail oleh Sentigram,” jelasnya.

Ia menyatakan memilih Pilpres 2014 ini sebagai ujicoba karena data yang dihasilkan dari survei ini begitu kompleks, sehingga kami dapat mengetahui seberapa akurat data yang bisa ditampilkan dengan menggunakan Sentigram ini. Kemudian ia menambahkan,“Didukung dengan 10 server untuk mengcrowling data dari masing-masing sosial media untuk kemudian diverifikasi kembali dan menampilkannya di sosial media mindtalk dalam bentuk grafik yang mudah dimengerti dan disertai penjelasannya.”

Mereka berharap nantinya Sentigram bisa menjadi produk sendiri dan menjadi salah satu standar yang dapat diperhitungkan dan sejajar seperti lembaga survey lainnya. Dalam siaran pers founder dan CTO mindtalk, Robin Ma’rufi memberikan pernyataan,“Kedepannya sistem ini dapat diaplikasikan untuk mengukur brand sentiment atau opinion mining.