Teknopreneur.com – Negara Indonesia memiliki beraneka ragam sumber energi. Selain energi fosil, gas alam, Indonesia mempunyai sumber-sumber energi terbarukan (EBT) yang beragam dan volume cadangannya cukup besar.

Potensi energi laut misalnya, Indonesia yang notabene negara kelautan memiliki energi laut sebesar 240 Gigawatt. Ditambah energi-energi dari air sebesar 75 Gigawatt, geotermal 29 Gigawatt, tenaga matahari 1200 Gigawatt sampai dengan biomassa untuk bahan bakar nabati (BBN) setara 175 juta kiloliter pertahun.

Namun, hingga saat ini porsi energi hijau ini dalam bauran energi primer nasional baru 5,5%. Herman Darnel Ibrahim, pakar bidang Energi dan Listrik dalam bukunya “Energi Selamatkan Negeri”, “secara umum skala kapasitas pembangkit listrik yang berasal dari EBT lebih kecil dan densitasnya lebih rendah, kecuali tenaga geotermal dan biomassa penyediaan sumber EBT seperti tenaga matahari, tenaga angin, air dan laut bersifat tak tentu yang sebentar ada sebentar tidak tergantung waktu dan musim.”

Faktor utama yang mempengaruhi kurangnya perhatian terhadap EBT karena Pemerintah masih memandang produksi EBT masih relatif mahal dan pengembangannya dianggap sebagai beban. Sehingga Pemerintah cenderung lebih memilih bahan bakar fosil, gas alam, dan batubara ketimbang EBT.