Teknopreneur.com – Ponsel merupakan alat komunikasi masal yang hampir digunakan oleh semua orang diseluruh dunia, bahkan kebanyakan orang menganggap ponsel merupakan kebutuhan pokok. Tidak perlu jauh-jauh, Indonesia saja kini telah tercatat sebagai konsumen ponsel ke-4 terbanyak di dunia diantara negara-negara lainnya.

Ini dapat dilihat dari jumlah impor selama semester I/2014 sebanyak 25 juta unit dan jika diproyeksikan dalam nominal uang sekitar lebih dari 5 miliar dollar per tahun. Jika ketergantungan ini tidak dapat dihentikan, maka nantinya bisa berdampak seperti ketergantungan impor minyak yang sampai saat ini belum bisa dihentikan.

Untuk itu, pembuatan industri ponsel lokal serta dan komponennya dapat dilakukan di dalam negeri. Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Budi Darmadi mengatakan,”Industri elektronika dan komponennya diharapkan tumbuh mencapai 10 persen pada 2014 dengan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 378 ribu orang.”

Kementerian Perindustrian (Kemenperin)mencatat ada 15 pabrik komponen telepon seluler dibangun di Indonesia. Pabrik itu memproduksi casing, keypad, baterai, charger, dan LCD. Produk komponen tersebut diupayakan dapat terpasang di perangkat-perangkat seluler merek lokal, yang diharapkan terealisasi pada 2016. 

Sampai saat ini, Indonesia telah memproduksi ponsel lokal sebanyak 6 juta unit per tahun dari 15 pabrik ponsel yang ada di Indonesia, diantaranya Axio, Polytron, Evercross, Advan, dan Ivo. Semoga, di tahun berikutnya semakin banyak produsen ponsel lokal serta komponennya juga dibuat oleh negeri sendiri, sehingga bisa menjadi mandiri.

Kemandirian inilah yang dibutuhkan untuk terus dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produk ponsel lokal agar bisa bersaing dengan produk yang diimpor dari negara lain. Dengan begitu, pastinya akan dapat menurunkan angka impor serta ponsel lokal dapat menguasai pasar dalam negeri dan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.