Teknopreneur.com – Kekuatan dan kemajuan suatu negara ditentukan oleh tiga faktor mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi dan pemahaman serta penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari ketiga faktor itulah, Herman Darnel Ibrahim, pakar bidang Energi dan Listrik, yang berpengalaman sebagai Direktur PLN dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) membuat buku berjudulkan “Energi Selamatkan Negeri”.

Diluncurkan pada selasa (8/7) Herman memaparkan pentingnya kebutuhan energi untuk masyarakat Indonesia. “Sering orang berpresepsi salah tentang kekayaan negara, Indonesia tidak kaya energi, konsumsi energi hanya 1/3 di dunia”, ucapnya pada saat peluncuran buku di KAHMI Center.

Oleh karena itu, buku ini menyajikan proyeksi konsumsi energi masa depan sampai tahun 2050. Proyeksi konsumsi dibutuhkan untuk memberikan perkiraan mengenai kebutuhan energi final listrik, kapasitas pembangkit dan kebutuhan energi final berbagai sektor industri, transportasi, rumah tangga dan komersial meliputi perkiraan konsumsi energi primer dan proyeksi baurannya.

“Dengan adanya proyeksi konsumsi energi masa depan tersebut, kita menjadi lebih aware bahwa keharusan penyediaan energi Indonesia begitu besar, seperti yang kita ketahui konsumsi primer bangsa kita di tahun 2010 yang jumlahnya sebesar 179 MTOE diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat menjadi 480 MTOE di tahun 2030 dan meningkat lebih lima kali lipat menjadi 950 MTOE di tahun 2050”, pungkasnya.