Teknopreneur.comKondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau membuat negeri ini membutuhkan pengamanan ekstra. Berbagai penelitian terus digalakkan oleh berbagai lembaga riset, termasuk penelitian tentang teknologi pesawat pengintai.  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melahirkan generasi pesawat pengintai yang diberi nama Wulung.

Pesawat yang didesain dengan bobot hanya 120 kilogram ini memiliki banyak kelebihan. Sebuah teknologi baru bernama autonomous menjadi pelengkap pesawat ini. Kegunaan teknologi ini cukup vital, yaitu sebagai pengganti remote kontrol selama pesawat pengintai beroperasi. Dengan demikian, pesawat tak lagi membutuhkan awak untuk mampu terbang di udara. Manusia dapat mengontrol keberadaan pesawat sekaligus lokasi yang ingin di katahui dari dalam ruangan.

Sistem kerja autonomous dalam pesawat pengintai ini memakai system perintah tujuan yang harus dicapai oleh pesawat. Caranya, operator harus menetapkan posisi koordinat yang dituju atau posisi lain, termasuk koordinat untuk dapat kembali ke landasan. Selama uji coba, terbukti pesawat pengintai yang dilengkapi system autonomous ini tak pernah salah target.

Sistem autonomous juga memungkinkan operator memantau kedudukan pesawat dari jarak jauh. Inilah yang memudahkan manusia sehingga tak harus repot memantau pesawat pengintai yang diterbangkan. Selain itu, pesawat juga dilengkapi kamera yang dapat diputar ke segala arah sehingga dapat merekam semua wilayah yang dilaluinya. Hasil rekaman itu juga dapat disaksikan langsung dari alat pengendali yang ada di darat.