Teknopreneur.com – Perkembangan teknologi digital dewasa ini semakin pesat di Indonesia. Pengguna internet di Indonesia pun semakin bertambah seiring bertambah tahun. Tahun 2013 Indonesia memiliki 72,7% pengguna dan terus meningkat pada tahun berikutnya 2014 menjadi 83,6%.

Disinilah, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kapasitas-kapasitas penerimaan teknologi digital yang berbeda-beda. Di satu sisi, ada masyarakat yang baru mengenal dan mengadaptasi yang disebut dengan digital immigrant. Di sisi lain, digital native, mereka yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi teknologi informasi sehingga mendapatkan kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya.

Pemanfaatan teknologi yang dulunya hanya sebagai kebutuhan tersier meningkat seolah-olah menjadi kebutuhan ‘prima’ yang wajib dipenuhi. Teknologi untuk media sosialisasi individu pun sudah menjadi barang umum saat ini. Bukan hanya digital native semata, digital immigrant juga memanfaatkannya misalnya pada pemilihan calon presiden dan wakil presiden yang lagi hangat diperbincangkan. Salah satu contoh, mindtalk bisa digunakan untuk berbagi informasi mengenai salah satu kandidat calon presiden.

“Dengan hadirnya aplikasi ini, diharapkan generasi digital Indonesia pun menjadi lebih aware dan cerdas menanggapi calon mana yang terbaik untuk mereka”, ungkap Danny Oei, co-founder mindtalk.

Mindtalk memberikan keleluasaan berbagai pengguna untuk masuk aplikasi. Pengguna pun bisa berbagi info, video, artikel bahkan musik melalui akun ini. Selain itu, mindtalk bisa dioperasikan pada platform iOS, Windows, Android, Symbian dan Blackberry. Bahkan, aplikasi web ini bisa diakses melalui semua browser di desktop. Pada bulan Juli 2014, pengguna yang sudah terdaftar mindtalk sudah mencapai 17.640 orang.