Teknopreneur.com – Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Kondisi ini membuat Indonesia membutuhkan pertahanan ekstra, baik di darat, laut, maupun udara. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk terus mengembangkan system keamanannya, termasuk teknologi pesawat pengintai.    

Di tengah perkembangan teknologi pesawat pengintai di luar negeri, Indonesia terus melakukan penelitian demi kemunculan inovasi teknologi pesawat pengintai. Pesawat ini amat penting sebagai salah satu alat pengamanan wilayah NKRI dari udara. Letak geografis Indonesia dianggap rawan terhadap berbagai kejahatan dari luar negeri, seperti pencurian ikan dan illegal logging.

Sejak tahun 2000, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah aktif melakukan penelitian pesawai pengintai tanpa awak. Hingga saat ini, lebih dari 10 prototipe  pesawat pengintai telah dihasilkan oleh BPPT. Prototipe tersebut juga terdiri dari berbagai model,  seperti Wulung, Pelatuk, dan Gagak.

Pengembangan pesawat pengintai ini dilakukan demi kemunculan sarana pengaman yang beresiko kecil, hemat biaya, serta efektif saat akan digunakan. Di Indonesia, kehadiran pesawat pengintai ini juga memiliki manfaat yang bergam. Selain memperkuat personil TNI di udara, pesawat juga dapat digunakan untuk pengawasan kebencanaan, kargo operasi hujan buatan, sampai pengelolaan dan pemantauan lahan pertanian atau hutan.