Teknopreneur.com – Saat ini kerangka hukum dan perundang-undangan untuk energi terbarukan (EBT) sudah diciptakan di lebih dari 120 negara di dunia dan separuhnya terdapat di negara berkembang. Jumlah kerangka hukum dan perundang-undangan tersebut didasari oleh wawancara dengan 170 pakar dan 50 ahli di bidang energi dari seluruh belahan dunia.

Sebagian besar pertumbuhan terbesar tersebar di luar dugaan karena berada di kawasan Asia dan Amerika Selatan seperti Tiongkok, India, Jepang dan Brazil.

Menurut Global Trends in renewable Energy Investment 2014, diproduksi oleh Frankfurt School berkolaborasi dengan United Nations Environment Programme (UNEP) dan Bloomberg New Energy Finance, investasi EBT di akhir tahun 2013 mendarat jatuh pada kisaran 14% atau USD35,1 miliar dari total nilai USD214 milar.

Sebagian diakibatkan oleh sistem solar PV. Di samping itu, isu-isu yang menjadi penyebab turunnya nilai investasi EBT disebabkan kebijakan yang tidak menentu di tiap negara dan penanaman investasi pada bahan bakar fosil di tahun 2013.