Teknopreneur.com – Dalam rangka melanjutkan Focus Group Discussion (FGD) subsektor ekonomi kreatif, Menparekraf kembali melakukan diskusi dengan tema “Tantangan dan Peluang Pengembangan Subsektor Ekonomi Kreatif”. Acara yang diisi dengan sharing ataupun saling memberikan informasi serta masukan dari masing-masing subsektor yang terdiri dari mode, kuliner, kerajinan, seni rupa, musik dan seni pertunjukan.

Sebagai pembuka, subsektor mode, Taruna K Kusmayadi menuturkan,“Pemerintah seharusnya fokus pada satu permasalahan (case) agar nantinya dapat dibuatkan sebuah pilot project. Kemudian, perlu ada yang namanya pengintegrasian dari masing-masing kementerian, agar dapat saling mengetahui dari masing-masing program sehingga dapat saling memberikan masukan.

“Dukungan pemerintah juga memegang peranan penting untuk membantu para pelaku UKM dalam memberikan bantuan dana maupun pelatihan dan jangan cuma terpaku dengan brand besar. Riset juga dibutuhkan dalam hal ini, guna mengetahui apa saja yang masih kurang serta hambatan apa saja yang dialami dalam mengembangkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sedangkan untuk subsektor kuliner dalam paparannya, Bondan Winarno menyatakan,“Rendang sudah menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang diakui oleh  World’s  Food. Kenapa kita tidak buat restoran yang isinya makanan khas Indonesia? Padahal ada puluhan bahkan ratusan makanan khas daerah Indonesia yang sebenarnya dapat diolah untuk memiliki market yang lebih luas, baik mancanegara maupun internasional.”

Kemudian untuk subsektor lainnya  dalam bidang kesenian dari mulai kerajinan, musik, seni rupa  sampai seni pertunjukan memiliki permasalahan yang hampir serupa, seperti Infrastruktur yang belum memadai, regulasi, serta pemerintah yang belum serius berinvestasi dalam bidang seni. Mereka menyatakan,“Bidang seni masih berupa potensi belum menjadi aset, mindset harus dibangun agar masyarakat indonesia lebih aware lagi terhadap kesenian tanah airnya sendiri dalam mempromosikannya ke mancanegara maupun para turis yang datang ke Indonesia.

Baru dua tahun ini, Kemenparekraf secara aktif berjalan  dalam FGD untuk mengetahui permasalahan serta potensi ekonomi kreatif dari masing-masing subsektor. Seharusnya, dengan adanya diskusi ini dapat memberikan solusi untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia.