Teknopreneur.com – Pendanaan energi bersih atau nama lain dari energi terbarukan ini menghadapi masa kejayaannya pada tahun 2013, meskipun mengalami penurunan tetapi mengalami kenaikan pada 17,1% dibandingkan tahun 2012 yang naik hanya 1,5%.

Bank-bank dunia pun turut berperan penting dalam pendanaan energi bersih. Bank Jerman KfW misalnya, peminjam dana energi bersih terbesar 2012 tersebut pada tahun 2013 bank ini harus mengurangi invesitasinya dengan nilai 41% pada USD6,5 miliar. Sebaliknya European Investment Bank (EIB) meningkatkan investasinya pada nilai 98% setara dengan USD8,8 miliar yang kemudian menduduki penanaman tertinggi.

Sementara di tahun yang sama, World Bank, EIB, dan European Bank untuk Rekonstruksi dan Pengembangan, mereka berbondong-bondong mengurangi pendanaan pada tenaga batu bara tetapi mereka menjanjikan akan mendukung energi bersih.

Pada kuartal pertama (Q1) 2014, investasi energi bersih dunia mencapai USD44,4 miliar. sedikit lebih rendah dibandingkan nilai pada kuartal keempat di tahun 2013 sekitar USD57,3 miliar.

“Pada Q1 2014 yang menjadi sorotan utama mencakup proyek skala kecil pada tenaga surya yang diberdayakan di Jepang dan Amerika Serikat, di samping itu proyek pada pembiayaan energi bersih di negara berkembang seperti Indonesia dan Kenya turut andil di sini”, tutur Arthouros Zervos, ketua dari Renewable Energy Policy Network for the 21st Century, REN21.

“Secara umum, nilai investasi proyek skala kecil tersebut melambung pada kisaran 42% dibandingkan Q1 2013 yang meraih USD21,2 miliar, di sisi lainnya modal awal dari proyek menurun 13% pada USD22,8 miliar” lanjutnya.   

Total investasi energi bersih pada Q1 2014 tersebut merayap naik pada 32% jika dikomparasikan pada Q1 2013 yang bernilai USD4,8 miliar. Nilai tersebut dilihat dari Tiongkok merangkak naik dengan 18% pada USD9,9 miliar dan Eropa mengalami penurunan 29% di USD10,9 miliar. Tidak disangka, wilayah yang menduduki tampuk kepemimpinan berada di Asia-Oceania tidak termasuk Tiongkok dan India dengan 27% membubung pada nilai investasi sebesar USD12,1 miliar.