Teknopreneur.com – Penggunaan energi Indonesia masih relatif kecil. Konsumsi energi listrik dan energi primer Indonesia pada tahun 2006 per kapita sebesar 517 kWh dan 0,57 TOE, sedangkan konsumsi listrik dan energi primer rata-rata dunia sebesar 2463 kWh dan 1,63 TOE.

Namun, menurut data dari kementerian ESDM, justru Indonesia memiliki potensi Energi baru dan Terbarukan (EBT) yang terbedar, yaitu energi air sebesar 75.670 MW. Sayangnya, hingga tahun 2008 pemanfaatannya baru mencapai 4.200 MW atau sekitar 5% dari potensi yang ada.

Berbanding terbalik dengan negeri yang memiliki jumlah penduduk lebih dari satu triliun, Tiongkok dinobatkan sebagai negara yang menanamkan investasi terbesar sejak tahun 2010. Dan pada tahun 2013 ini, Tiongkok mempunyai nilai investasi terbesar mengalahkan negara-negara besar di Eropa sekelas Jerman, Belanda dan Swedia. pada data Renewable 2014 Global Status Report oleh REN21 menyebutkan nilai investasi Tiongkok merangkak naik sekitar 18% pada USD9,9 miliar di Q1 2013.

Di Tiongkok sendiri pun penduduk mereka yakni sekitar lebih dari 130 rumah tangga memanfaatkan energi matahari dan itu setara dengan lebih dari separuh panel surya yang saat ini beroperasi di dunia berada di Tiongkok. Tidak hanya itu, Tiongkok pun terdepan dalam hal energi angin. Negara tersebut memproduksi energi angin sebesar 80 Gigawatt maka mereka berhasil memiliki daya dua kali lipat dibandingkan Jerman. Tiongkok juga berencana memfokuskan pada penambahan produksi energi angin hingga tahun 2020.