Teknopreneur.com – Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak pada berbagai bidang tak terkecuali dalam sistem pembayaran. Sistem pembayaran dilakukan secara elektronik yang merupakan alat pembayaran nontunai dengan menggunakan Kartu Cerdas Nirkontak (Contactless Smart Card Reader). Diharapkan dengan menggunakan Kartu tersebut, nantinya dapat mengurangi penggunaan uang tunai dalam melakukan transaksi sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian ia menambahkan,“Mengingat pembaca Kartu Cerdas Nirkontak termasuk dalam perangkat telekomunikasi maka sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 29/PER/M.KOMINFO/09/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi bahwa setiap alat dan perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, dimasukkan untuk diperdagangkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memenuhi persyaratan teknis.”

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan uji Rancangan Peraturan Menteri (RPM) ke publik terkait alat pembayaran nontunai dengan menggunakan Kartu Cerdas Nirkontak. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu menyatakan,“uji publik itu memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan termasuk dalam hal persyaratan teknis pembaca kartu cerdas nirkontak.”

Hal-hal yang diatur dalam RPM itu antara lain ketentuan umum (definisi, konfigurasi, singkatan, dan istilah). Untuk persyaratan teknis pembaca kartu cerdas nirkontak terbagi dalam tiga bagian, karakteristik fisik termasuk persyaratan umum dan struktur perangkat.

Sedangakan, untuk  karakteristik elektrik dan komunikasi yang termasuk di dalamnya transfer daya, jarak transaksi, antarmuka sinyal komunikasi, inisialisasi dan anti bentrokan, bit rate, dan protokol komunikasi. Selain itu, lingkungan penggunaan, suhu operasional, kelembaban udara termasuk  dalam karakteristik tambahan.

Kemudian terakhir pelakasanaan pengujian untuk mendapatkan masukan dari publik seperti yang sudah dijelaskan di atas. Diharapkan dengan adanya pembaharuan ini dapat mengurangi penggunaan uang tunai dan tentunya nilai efisiensi dan efektifitas menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.