Ketika membaca kata Sillicon Valley, yang terlintas di otak kita pastinya kalau tidak pendiri Facebook, Mark Zuckerberg atau pendiri Twitter Jack Dorsey. Di tempat inilah memang markas besar perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi seperti Facebook dan Twitter beraktivitas.

Karena keberhasilannya yang mampu mencetak inovator-inovator muda, negara-negara di belahan dunia lain pun telah mengikuti jejak Silicon Valley. Tidak ingin ketinggalan juga start up-start up muda yang kompetitif bermunculan di berbagai kota Indonesia sebagai salah satu penanda kota-kota inovatif layaknya Silicon Valley.

Mereka yang kompetitif biasanya memiliki kategori yang populer yang diterapkan di tiap-tiap negara. Menurut Survei Talent Pools LinkedIn, orang-orang ini harus memiliki keahlian pada java development, web programming, serta infrastruktur TI dan pengelolaan sistem. Mereka ini mampu mengolah XML, C#, MySQL, JavaScript, HTML, dan Java.

“Indonesia ternyata menyimpan hidden gem sehingga berpotensi besar dalam pertumbuhan kota-kota Sillicon Valley baru” kata Sohan Murthy, research consultant di LinkedIn.

Kendati bidang TI tidak begitu dominan eksistensinya di Indonesia. Namun, profesional TI Indonesia yang terhubung LinkedIn berkapasitas 7000 orang. Sungguh mencengangkan karena jumlah tersebut mampu melampaui ahli-ahli TI di Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Faktor lainnya didukung oleh keterlibatan institusi pendidikan di Indonesia. Indonesia tercatat mengantongi tiga universitas terbaik dari delapan universitas di Asia Tenggara yang mengeluarkan bibit baru di bidang software development seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Bina Nusantara.