Teknopreneur.com – Kamis (3/7) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan rapat paripurna untuk menindaklanjuti rangkaian tiga kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf.

Pada hasil FGD pertama difokuskan pada ekosistem ekraf. Selanjutnya, FGD kedua dan ketiga lebih menitikberatkan pada potensi dan permasalahan serta kerangka strategis dan kerangka kerja. Sementara rapat tersebut dibahas tentang tujuh isu strategis dalam pembangunan ekonomi kreatif (ekraf).

Dengan tema “Studi dan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Kreatif”, rapat tersebut dihadiri oleh 300 peserta yang mewakili kalangan orang kreatif, komunitas, akademisi, media, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Marie Elka Pangestu, Menteri Parekraf juga pembicara utama rapat mengatakan,” penerapan tujuh pokok strategis ini harus melibatkan kolaborasi yang terpadu antara tiga aktor industri kreatif yakni intelektual, bisnis dan pemerintah”.

“Isu-isu strategis yang mesti dijalankan yaitu pemberdayaan sumber daya untuk memenuhi ketersediaan ekraf baik itu pelaku yang kompetitif, sumber daya alam maupun sumber daya budaya, terdapat industri yang berdaya saing, adanya perluasan pasar bagi pelaku industri, adanya iklim investasi yang kondusif, ketersediaan infrastruktur dan teknologi serta dorongan dari lembaga yang terkait, pemerintah pun turut andil di sini”, lanjut Marie E. Pangestu.

Rapat tersebut pun menampung persoalan-persoalan yang dihadapi para pelaku ekraf. Pelaku ekraf banyak menekankan pada aspek pendidikan pada ekraf. Di sisi lain, untuk menghadapi persoalan-persoalan tersebut harus melakukan pendekatan yang berbeda karena potensi dan permasalahan yang dihadapi pelaku ekraf itu tidak sama satu sama lain.