Teknopreneur.com – Akhirnya, Indonesia dapat memproduksi ponsel pintar atau smartphone sendiri. Ponsel tersebut dilengkapi dengan teknologi komunikasi 4G (fourth generation) yang memiliki kecepatan hingga 10 kali lipat dari 3G.

Ponsel yang diberi nama “Ivo” ini, didesain oleh PT Tata Sarana Mandiri (TSM) dan diproduksi oleh PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Peluncuran Ivo dihadiri oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Reaspationo, Direktur TSM Sam Ali dan Direktur PTSN Abidin yang berlangsung di Batam.

Dalam sambutannya, Budi Darmadi mengatakan “potensi industri ponsel di Tanah Air masih sangat besar. Untuk mencukupi kebutuhan, 62 juta unit ponsel terpaksa impor dari luar negeri, padahal seharusnya bisa diproduksi sendiri.”

Hal ini, berkaitan perihal penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang masih sulit diterapkan di Indonesia. Dikarenakan, penerapan PPnBM dapat memberikan ruang impor seluler secara ilegal.

Budi Darmadi menyatakan,“optimistis hal ini dapat menarik minat investor dalam dan luar negeri lainnya untuk berinvestasi di tanah air. Smartphone 4G ini akan membuat dunia internet di Indonesia terus berevolusi dan membuat masyarakat makin terhubung satu dengan yang lain tanpa ada batasan wilayah atau waktu.”

Smartphone buatan Indonesia ini, didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, dengan processor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8 GB, Camera 8 MP, dan Dual-simcard yang didesain khusus untuk konsumen atau pasar Indonesia.

Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1800Mhz, 2300Mhz, 2600Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G, sehingga dapat beroperasi di berbagai negara. Dengan adanya kabar baik ini, semoga dapat menarik simpati para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan demikian, Indonesia akan dapat memproduksi smartphone sendiri dan tidak perlu lagi yang namanya impor. Bahkan, mungkin nantinya dapat menghasilkan smartphone yang disukai oleh pasar internasional.