Teknopreneur.com- Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi keempat terbesar di dunia. Ini berarti Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar dalam berbagai industri, terutama di bidang komunikasi.

Hal ini seperti yang disampaikan Dr. Lukita D. Tuwo, Wakil Kepala Bappenas. Ia  mengatakan pembangunan broadband sangat relevan bagi Indonesia mengingat Indonesia memiliki potensi pertumbuhan sektor komunikasi yang sangat besar. Pertumbuhan sektor komunikasi memberikan kontribusi secara konsisten hingga double digit terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi penduduk yang produktif dengan proporsi penduduk usia 10-24 tahun.

Menurut Lukito broadband nasional bisa menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

“2015, broadband akan satukan Indonesia,” ucapnya.

Ia menjelaskan pembangunan broadband akan difokuskan pada empat aspek yaitu infrastruktur, utilisasi dan adopsi, kerangka regulasi dan kelembagaan, dan pendanaan. Untuk mewujudkannya, pemerintah mengambil empat kebijakan berikut. Pertama, percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur broadband untuk memastikan ketersediaan, aksebilitas dan keterjangkauan layanan berorientasi locally integrated, globally connected. Kedua, perluasan adopsi dan peningkatan kualitas utilitasi broadband, baik di sektor pemerintahan, ekonomi, pertahanan dan keamanan maupun sosial budaya.

Ketiga, regulasi (sektor dan lintas sektor) yang memfasilitasi pengembangan pasar dan menekan biaya regulasisehingga memungkinkan dunia usaha menjadi aktor utama dalam pengembangan broadband nasional, dan keempat, pendanaan pemerintah untuk akselerasi dan menghilangkan hambatan pembangunan broadband tanpa berkompetisi dengan pihak penyelenggara.