Teknopreneur.com – Siapa yang tidak menyukai es krim dan susu? Kedua minuman tersebut digemari tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa. Sesekali coba kita perhatikan kemasan produk tersebut. Kedua produk tersebut dikemas dalam wadah yang menggunakan bahan baku kertas. Bahan baku tersebut diproduksi oleh satu perusahaan kemasan ternama yakni Tetra Pak.

Ada yang tahu jika produk kemasan ini menggunakan prinsip daur ulang dalam proses produksinya. teknologi tersebut dinamakan Teknologi Aseptik. Bahkan, tidak hanya teknologinya, untuk bahan baku yang berupa kayu tersebut harus memiliki label Forest Stewardship Council (FSC). Jadi, kemasan Tetra Pak berasal dari hutan yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, dan ekologi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Tidak hanya itu, Tetra Pak pada kuartal pertama 2014 akan memproduksi kemasan bio berbasis low density polyethylene (LDPE). Perusahaan tersebut telah berkerjasama dengan Braskem, produsen termoplastik yang berada di Brasil, untuk penyediaan LDPE yang terbuat dari tebu.

Presiden Tetra Pak, Dennis Jonsson mengungkapkan, “Tetra Pak akan menggunakan 100% produk yang diproduksi Braskem sehingga produk ini nantinya akan memiliki sampai 82% bahan baku terbarukan”.

Yang baru dari inovasi tersebut menjadikan produk lebih tahan lama dan dapat didaur ulang. LDPE tersebut pun dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Selain itu, selama proses pertumbuhan tanaman tebu dapat menyerap gas karbondioksida secara efektif.