Teknopreneur.com- Peraturan Presiden tentang perencanaan pitalebar (broadband) Indonesia 2014-2019 segera terbit tak lama lagi. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna.  Perpres ini akan menjadi terobosan pembangunan infrasturktur broadband nasional lima tahun ke depan. Dengan aturan ini setidaknya  seluruh kabupaten kota akan terhubung dengan fiber optic.

Berdasarkan data dari Bank Dunia, penambahan 10% pitalebar ternyata mampu memicu pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38% di negara berkembang serta meningkatkan 1,5% produktivitas tenaga kerja dalam lima tahun. Dan Indonesia telah bersiap untuk membangun pipa bersama menampung kabel optik di seluruh wilayah hingga 2019.

Dalam rencana ini pitalebar didefinisikan sebagai akses internet dengan jaminan konektivitas selalu tersambung dan memiliki kemampuan mengirim dengan kecepatan minimal 2Mbps untuk akses tetap dan 1 Mbps untuk akses bergerak (mobile).

Dedy menjelaskan dalam Perpres terdapat beberapa target yang dicanangkan, pertama poyek ring palapa dengan pembangunan serat optik ke 479 kabupaten/kota. Kedua, pembangunan pipa bersama untuk serat optik, Ketiga adalah proyek percontohan pipa lebar teresterial pedesaan. Keempat, jaringan dan pusat data pemerintah yang terpadu. Kelima reformasi kebijakan pelayanan universal, serta pengembangan SDM dan industri TIK.

Pembangunan infrastruktur dan teknologi pitalebar ini sudah dimulai dengan pembangunan serat optik palapa ring sepanjang 8395 kilometer melintasi 51 kabupaten dengan nilai investasi Rp 2,83 triliun. Pada tahap pertama, palapa ring telah menghubungkan Sumatera, Jawa, Kalimantan, NTB, NTT hingga Sulawesi.