Teknopreneur.com- Siapa bilang gas buang kendaraan bermotor tak berguna? Ternyata di tangan lima orang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta gas buang kendaraan bermotor bisa diubah menjadi energi panas pengganti elpiji.

Di Indonesia pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor terus meningkat, yang berakibat pula pada peningkatan polusi udara. Salah satu penyumbang polusi terbesar adalah kendaraan bermotor.  Kendaraan bermotor  baik yang menggunakan bahan bakar bensin maupun solar (diesel) mengeluarkan gas buang yang terdiri dari C02 , CO, N02 , H2 , hidrokarbon, dan S02dan 75% gas CO di atmosfer bersumber dari emisi kendaraan bermotor.

Berawal dari permasalahan itu, Apri Wiyono, mahasiswa dari Fakultas Teknik UNJ bersama keempat rekannya mendapatkan ide untuk memanfaatkan gas buang kendaraan bermotor yang memiliki kandungan energi panas agar dapat dimanfaatkan pedagang keliling (kaki lima) sebagai pemanas makanan yang mereka jual.

Mereka berusaha merancang sebuah alat yang dinamai heat box, sebuah alat penukar kalor dari panas yang dihasilkan oleh gas buang pada kendaraan. Dengan alat ini, pedagang keliling dapat memanfaatkan energi panas yang tak terpakai  sebagai pengganti gas elpiji.

Prinsip kerja heat box adalah panas kalor dari knalpot kendaraan bermotor diserap oleh alat penukar kalor.  Kemudian panas kalor tersebut mengalir ke arah suhu yang lebih dingin yaitu ke wadah penampung (bersifat reboiler). Kemudian alat penukar kalor ini akan berfungsi mendidihkan kembali (reboil) serta menguapkan sebagian cairan yang diproses, media pemanas yang digunakan adalah uap atau zat panas yang sedang diproses itu sendiri.

Pemasangan alat penukar kalor pada knalpot sepeda motor dapat menjadi pendingin bagi knalpot sehingga bisa mengurangi polusi dari panas gas buang. Tak hanya itu, alat penukar kalor ini juga berfungsi sebagai peredam getaran knalpot sehingga menghasilkan suara yang lebih halus, serta menghasilkan gas buang kendaraan yang ramah lingkungan. 

Apri mengatakan saat ini rancangan heat box masih tahap penyelesaian.

“Ada beberapa kendala dalam pembuatan seperti korosi dan kebocoran pipa.”

Namun mereka tak cepat berputus asa, Apri dan rekan-rekannya berharap temuan ini dapat meningkatkan pemanfaatan panas gas buang pada kendaraan bermotor, mengurangi polusi thermal dari kendaraan bermotor, serta sebagai wujud penghematan energi dan membantu para pedagang keliling.