Teknopreneur.com – Dalam survei Rakuten E-Commerce Index 2014, menyatakan bahwa perdagangan melalui perangkat mobile menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan e-commerce Indonesia sekitar 25% pebelanja Indonesia belanja dari ponsel cerdas dan 15,5% dari tablet. Hal ini, sekaligus menjadi alasan Rakuten membuat program ‘Rakuten Ventures’ telah menyiapkan dana investasi global sebesar US$100 juta atau sekitar Rp 1,15 triliun, untuk investasi bagi para perintis usaha baru (start up) di Asia Pasifik dan Amerika Serikat (AS).

Dengan adanya dana tersebut akan memberikan kesempatan lebih besar kepada para start up yang memiliki teknologi dan potensi untuk memberikan fasilitas dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Ini memberikan dampak positif kepada layanan internet di dunia, karena dengan adanya dana tersebut akan memberikan kesempatan lebih besar kepada Rakuten untuk tumbuh.

General Manager Rakuten Belanja Online, Yasunobu Hashimoto mengungkapkan, “Sebagai pelopor marketplace B2B2C, Rakuten tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam teknologi dan layanan yang inovatif, saat memperluas ekosistem untuk memberikan nilai yang lebih besar bagi bisnis kecil dan pelanggan di Indonesia.”

Rakuten sendiri diperkenalkan sejak Juni 2011, sekaligus kini merupakan salah satu bisnis e-commerce yang berkembang pesat. Belakangan Rakuten tercatat mengakuisisi saham milik Air Asia Japan dengan jumlah saham sebesar 18%. Melalui pembelian ini, Rakuten e-commerce bermaksud memperkuat anak usahanya di bidang travel, sebuah layanan perjalanan yang dikatakan telah memiliki 29.250 hotel sebagai anggotanya.