Teknopreneur.com – Kanker merupakan penyakit mematikan nomor dua di dunia. Jika orang sudah terjangkit penyakit ini harapan hidup seolah sia-sia. Seperti yang dialami Wili Saputra. Kanker otak yang dialaminya membuat pemuda 24 tahun ini mengalami kelumpuhan. Ia tak bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Saat sudah divonis tak dapat disembuhkan keajaiban pun datang. Saat orang tuanya meminta Dr. Warsito P yang berhasil menemukan metode Electro Cancer Therapy (ECCT) untuk penyakit kanker payudara yang dialami oleh saudara perempuannya. Willi pun diujicobakan dengan peralatan yang sama bedanya alat yang digunakan berbentuk helm tersusun dari kabel-kabel. Sedangkan alat untuk saudara perempuannya hanya berbentuk seperti rompi umumnya.

“ECCT merupakan metode terapi kanker dengan prinsip pemberian medan listrik statis dari luar terhadap tubuh pasien yang mengidap kanker yang dengan medan listrik itu membuat sifat kelistrikan sel kanker yang meningkat tinggi saat sel membelah terganggu sehingga sel kanker gagal membelah dan mati,” jelas Dr. Warsito dalam presentasinya di  Konfrensi International Society of Laser Applications (ISLA) di Beverungen, Jerman, 27-29 Juni 2014.

Karyanya ternyata menuai ketertarikan Dr. Mikhael Weber, pendiri asosiasi ISLA dan juga penemu Weber Laser untuk terapi berbagai macam penyakit termasuk kanker yang dipakai di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Menurutnya ini merupakan ide yang sangat brilian.

Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari 24 negara yang sebagian besar merupakan dokter spesialis terapi terhadap kanker dan berbagai penyakit langka lainnya dengan metode non-konvensional seperti gelombang berenergi rendah seperti laser dan ultrasonik, immunotherapy dan stem cell.  

“Penerimaan peserta konferensi terhadap metode baru ECCT sangat luar biasa dikarenakan metode ini memberikan kontribusi yang sangat besar dalam upaya memberikan kesembuhan terhadap pasien kanker dalam kondisi stadium akhir, ” kata Dr. Weber. 

Kesepakatan kerjasama telah ditanda-tangani pada tanggal 28 Juni yang lalu antara CTech Labs Edwar Teknologi dan Weber Medical guna pemanfaatan teknologi ECCT untuk terapi  kanker di jaringan klinik dan rumah sakit yang dimiliki oleh Weber Medical di seluruh dunia.  

Kerjasama ini meliputi riset, edukasi dan pengembangan produk serta penyebaran pengetahuan penyembuhan kanker dengan terapi listrik statis dan terapi laser. Kerjasama ini mendasari kemitraan jangka panjang dan menyediakan akses untuk aplikasi riset secara luas. 

CTECH Labs juga akan bekerjasama melakukan penelitian kanker dengan Prof Gerhard Litscher dari Graz University of Medicine, Austria dan uji klinis jenis kanker otak paling ganas glioblastoma multiform (GBM) dengan Prof. Shimon Slavin dari Center for Cell Teraphy and Cancer Immunotherapy, Israel. 

“Metode ECCT secara prinsip mirip dengan metode Tumor Treatment Field (TTF) yang dikembangkan oleh ilmuwan Israel, tetapi temuan Dr Warsito menggunakan tenaga baterai yang jauh lebih kecil dan praktis, dibanding tenaga accu seberat 5kg yang harus dibawa dengan ransel yang Novacure gunakan,” ujar Shimon Slavin. 

“Kerjasama riset kami sejalan dengan visi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang mendorong pelaku riset untuk melakukan riset-riset berorientasi produk dalam rangka kemandirian bangsa.” Kata Warsito.   Warsito menambahkan dengan captive market sekitar 4 Triliun rupiah pertahun, 95% produk alat kesehatan yang beredar di Indonesia adalah produk impor.