Teknopreneur.com – Sumber daya alam khususnya minyak bumi sudah semakin menipis. Saat ini diperkirakan cadangan minyak di dunia tersisa hanya sampai 53 tahun lagi. Maka dari itu, manusia pun mulai beramai-ramai beralih menggunakan energi terbarukan. Salah satunya pemanfaatan arus laut.

Arus laut diam-diam ternyata menyimpan potensi yang sangat besar. Arus laut ternyata bisa menjadi sumber energi yang efisien dan sangat ramah lingkungan. Dari sekadar arus laut siapa sangka bisa diubah menjadi pembangkit listrik.

Di Indonesia, pemanfaatan arus laut sendiri sudah dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah bendera Technologies Files (T-Files). Di Eropa yakni Swedia, terdapat perusahaan Minesto yang menghasilkan listrik dengan pemanfaatan arus laut melalui turbin. Perusahaan Swedia tersebut menamakan inovasinya dengan Deep Green.

Minesto didirikan lebih awal dari T-Files pada tahun 2006 bersama SAAB Group yang pada mulanya merancang turbin arus laut melalui bantuan baling-baling. Sekarang, Deep Green yang memiliki 100 perangkat dapat memasok listrik untuk 33.000 rumah tangga.

Sama halnya T-Files, Deep Green menghasilkan listrik menggunakan prinsip yang unik dengan memanfaatkan pasang surut air laut dan arus.  Arus laut menciptakan gaya angkat hidrodinamika pada sayap yang mendorong baling-baling ke depan. Selanjutnya, baling-baling dikendalikan oleh kemudi dalam lintasan berbentuk delapan dan bisa menempuh sepuluh kali kecepatan arus laut.  

Ketika baling-baling bergerak, air mengalir melalui turbin sehingga listrik pun dihasilkan dalam generator tanpa roda gigi. Kemudian listrik ditransmisikan melalui kabel pada tambatan yang melekat pada sayap. Pada akhirnya, listrik diteruskan pada kabel sub-laut yang jalurnya berada dari dasar laut menuju tepi pantai.

Kecepatan arus laut antara 1,2-2,5 m/s dan kedalaman antara 60-120 meter dapat menghasilkan listrik yang ramah lingkungan dan efisien. Dikatakan efisien karena penginstalan, pengoperasian dan perawatan Deep Green membutuhkan biaya yang relatif murah.

Ukuran, berat, dan modularitas Deep Green memang dirancang supaya lean manufacturing. Ukurannya dibuat lebih kecil dan ringan dengan berat 7 ton yang membuat Deep Green 10-25 kali lebih ringan per Mega Watt daripada teknologi yang sama yang didesain untuk kecepatan arus laut di atas 2,4 m/s. Sayapnya pun dirancang agar tetap bertahan hingga 20 tahun.

Deep Green bisa ditancapkan sekurang-kurangnya 15 meter di bawah permukaan laut ini juga dipengaruhi oleh gerak relatif bumi, matahari dan bulan sehingga menghasilkan produksi listrik yang dapat dikalkulasikan hampir 100%. Sekarang pengimplementasiannya berada di Strangford Lough, Irlandia Utara.