Teknopreneur.com – Perkembangan IPTEK, membuat peralihan zaman terjadi, dari yang dulunya serba analog kini menjadi serba digital atau disebut juga digitalisasi. Hal itulah, yang membuat semakin banyak perangkat ataupun alat-alat yang telah memanfaatkan teknologi terkini.

Digitalisasi telah membuat banyak perubahan, karena sifatnya yang fleksibel sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang. Terbukti, saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama sejumlah stakeholder mendukung proses penerapan fitur sistem peringatan dini atau “Early Warning System” yang akan ditambahkan pada siaran TV digital.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (PPI), KementerianKomunikasi dan Informatika (Kemkominfo) M. Budi Setiawan mengatakan, “Untuk mengisi konten peringatan dini itu pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).”

“Kemudian kami juga bekerja sama dengan BPPT untuk memberi asistensi kepada industri set top box TV digital untuk dapat memasukkan fitur peringatan dini bencana ke dalam produknya,” tambah Budi.

“Jadi, ketika ada bencana alam seperti gempa bumi atau tsunami, seluruh siaran TV digital akan terhenti sementara, berganti dengan siaran peringatan dini bencana,” jelas Budi.

Proses migrasi penyiaran TV dan radio analog ke digital sebenarnya telah diterapkan pemerintah sejak 2008 dan membuat para pelaku industri penyiaran TV berbenah dalam menghadapi perubahan teknologi, regulasi, alokasi frekuensi, model bisnis yang memberi konsekuensi beragam.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, “Ketika dunia bersama-sama beralih ke digital, maka teknologi analog menjadi usang dan mahal pengoperasiannya. Digitalisasi juga berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio.”