Teknopreneur.com – Ciri-ciri makhluk hidup tidak hanya ditandai dengan makan dan minum saja. Mereka pun memiliki denyut nadi atau jantung. Denyut jantung dapat diukur tiap menitnya di belakang lutut, kunci paha leher, sisi atas atau bagian dalam kaki, pelipis, pergelangan tangan dan bagian arteri dekat kulit.

Denyut jantung bayi berbeda jumlahnya per menit dibandingkan denyut orang dewasa. Begitupun denyut nadi yang dimiliki oleh anak-anak.

Denyut jantung bayi berumur 0 hingga 1 bulan berjumlah 70 sampai 190 tiap menitnya sedangkan anak-anak berusia 7-9 tahun berkisar antara 70-110 denyut per menit. Lain halnya pada anak-anak di atas 10 tahun, denyut jantung mereka sama dengan orang dewasa berikut dengan manula berada di kisaran 60-100 denyut per menit.

Ketika kondisi genting seperti bencana alam, kebakaran, di dalam ambulans, kecelakaan lalu lintas ataupun di ruang gawat darurat, manusia harus memutar otak untuk membawa alat medis yang praktis, cepat dan efisien. Pertolongan pertama yang dilakukan oleh tenaga medis salah satunya memeriksa denyut jantung.

Apabila paramedis mendeteksi denyut dengan manual kemungkinan pasien akan bisa ditolong dalam waktu yang agak lama. Maka ahli medis tersebut membutuhkan indikator yang praktis sekaligus mendeteksi denyut dengan cepat dan akurat.

Seperti itulah cara kerja Spektikor, dikatakan sebagai indikator elektrokardiogram (ECG) buatan Negara Finlandia terkecil di dunia. Dengan berat 40 gram, berukuran 149 x 54 mm dan tebal sekitar 15 mm, bisa digunakan oleh paramedis dalam keadaan gawat darurat.

Pasien bisa tertangani lebih cepat karena terdapat numeric display dalam DHBI-2 yang memungkinkan alat ini memonitori denyut jantung pasien bahkan dengan perubahan dengan skala yang lebih kecil. Keuntungan yang didapatkan yaitu tenaga medis dapat memantau pasien dalam jarak jauh karena terdapat sinar LED berwarna biru yang menandakan denyut normal sedangkan berwarna merah menunjukkan denyut jantung sebaliknya.

Pendeteksi denyut jantung ini pun tahan air dan dapat disimpan sekaligus juga digunakan pada temperatur -25 derajat celsius hingga +60 derajat celsius. Di samping itu Spektikor bisa tahan terhadap sengatan listrik.