Teknopreneur.com – Dewasa ini, pelayanan keamanan dan privasi menjadi sorotan utama para pengguna aplikasi. Alasan klasik dimulai tahun lalu ketika Snowden, mantan agen mata-mata Amerika Serikat The National Security Agency (NSA), membocorkan NSA memata-matai negara-negara lain. Selang akhir tahun lalu pun telepon selular milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa disadap oleh Pemerintah Australia yang kemudian menimbulkan konflik tajam antara kedua belah pihak.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Zimbra yang merupakan penyedia solusi kolaborasi terbesar ketiga di dunia, menciptakan software anti-retas dengan meluncurkan Zimbra Unified Collaboration atau bisa disebut juga Zimbra Collaboration Server (ZCS). Software tersebut berbasis open source messaging dan open standards yang ditujukan kepada para mitra bisnis yakni para pengembang software (ISV) dan integrator sistem (SI). Fitur yang terkandung di dalamnya terdiri klien web tingkat lanjut, administrasi berbasis web dan komunikasi gabungan terintegrasi.

“Zimbra menawarkan solusi kolaborasi sekaligus mengedepankan pelayanan keamanan dan privasi. Pengguna tidak hanya dapat memakai dan memodifikasi layanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, akan tetapi menawarkan keamanan dan privasi sehingga memungkinkan isi di dalamnya aman dan tidak mudah diretas” tutur Brent J.Rhymes selaku President Field Operations Zimbra pada peluncuran produk Selasa (24/6). Brent J. Rhymes pun mengatakan produk ini merupakan software anti-retas pertama di dunia.

Sistem keamanan super canggih ini dilengkapi dengan S/MIME untuk enkripsi email dan tanda tangan digital, dan dukungan untuk Department of Defense Common Access Card (CAC). Keunikan-keunikan yang dimiliki Zimbra antara lain manajemen penyimpanan hierarkis memungkinkan penghematan biaya dan pembagian kotak surat pengguna dalam jumlah besar, dan integrasi langsung dengan pesan suara dan komunikasi gabungan Cisco dan Mitel.

Di samping itu, Zimbra mendukung viltualisasi pada KVM dan vSphere dan dikembangkan menggunakan komponen sumber terbuka terkemuka seperti OpenLDAP, Jetty, MySQL, NGINX, Postfix dan Apache Lucen.  Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan, Zimbra dapat berjalan pada Linux Red Hat Enterprise, Ubuntu dan distro Linux lainnya serta opsi pemasangan yang fleksibel antara instalasi tradisional di Linux atau melalui penyedia Zimbra SaaS.

Zimbra sendiri dapat disinkronisasi dengan telepon pintar dan tablet iOS, Android, Blackberry dan Windows. Brent j. Rhymes pun menambahkan bahwa Zimbra 50% lebih murah dari Microsoft Exchange karena penghematan pada lisensi, perangkat keras dan pengoperasian. Sehingga produk ini dapat digunakan pada usaha kecil dan menengah di Indonesia.