Teknopreneur.com – Potensi bisnis animasi sangatlah menjanjikan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Para animator seharusnya, sejak dini mulai berbenah dan mencari cara untuk dapat mendongkrak pertumbuhan industri animasi di tanah air.

Seiring dengan hal tersebut, Kementrian Perindustrian berniat menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota pertumbuhan industri animasi di Indonesia. Dalam Forum Komunikasi Penguatan Kelembagaan Pusat Pengembangan Industri Telematika yang berlangsung di Yogyakarta selasa kemarin, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Triharso mengatakan, “Yogyakarta akan kami jadikan sebagai salah satu kota embrio industri animasi di Indonesia.”

“Yogyakarta memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) kreatif dalam bidang industri animasi, sehingga perlu dikembangkan menjadi pusat industri animasi,” tambahnya. Selain itu, Kepala Bidang Industri Logam, Sandang, dan Aneka, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY Polin M W Napitupulu, juga menyambut baik rencana pembangunan pusat perindustrian animasi di Yogyakarta. 

Triharso menyatakan, “Di Yogyakarta banyak yang sudah berpengalaman dalam industri kreatif khususnya animasi. Seperti kita tahu film animasi “battle of Surabaya” dan “Ajisaka” berasal dari Yogyakarta.” Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk merencanakan pembangunan bersama di bidang industri kreatif tersebut.

Hingga saat ini Kemenperin telah membentuk pusat pertumbuhan di empat kota, yakni Jakarta, Semarang, Bali dan Pacitan. Triharso menyebutkan, “animator di Yogyakarta berjumlah seratusan, tetapi yang telah mendirikan industri Kecil Menengah (IKM) baru 4 hingga 5 orang saja.”

Tentu saja, hal tersebut menjadi latar belakang penunjukkan kota Yogyakarta sebagai salah satu kota pertumbuhan industri animasi di Indonesia. Diharapkan, dengan adanya program tersebut, membuat di Indonesia khususnya di kota Yogyakarta, banyak bermunculan animator ataupun industri animasi baru sebagai bentuk kesuksesan program, sehingga industri animasi Indonesia dapat bersaing hingga tingkat internasional.