Teknopreneur. com – Sejak pertengahan tahun 1990 internet masuk ke Indonesia. Sejak itulah perkembangan teknologi dan informasi semakin bergerak cepat. Terlihat dengan berkembang pesatnya aspek teknologi broadband wireless acces, jumlah penggunanya yang bertumbuh pesat dan jumlah permintaan smartphone yang bertambah banyak.

Kompetisi Internet service provider (ISP) semakin ketat terlihat  dengan ada sekitar 220 ISP  yang ada di seluruh wilayah di Indonesia. Jika dilihat dari jenis kelamin penggunaan internet tidaklah berbeda. 51,6% pria sedangkan wanita 48,4%.

Namun jika dilihat dari usia terlihat  terdapat 58,4% pengguna Internet didominasi  kelompok usia muda dari kelompok usia 12 hingga 34 tahun.  Dan pengguna tertinggi terdapat pada kelomok usia 25 – 29 tahun yang mencapai 14,4% dari populasi.

Dari sisi pekerjaan pengguna internet mayoritas digunakan oleh para pedagang 28%, pendidik 12,7%, pemerintah9,1%, Jasa dan Konsultan 25,5%,automotif 5,5%, kesehatan 8,2%,manufacture 3,2%, keuangan dan bank 4,6%, agribisnis 2,7%, property 2,5%, konstruksi 1%, hiburan 0,9% dan resatauran 0,6%.  Sisanya advertising 0,4%, pertambangan 0,4% dan terakhir TNI 0,1%.

Pengguna internet didominasi oleh pedagang terlihat dari maraknya pedagang online di Indonesia. Dan terdapat situs-situs dagang seperti Toko Bagus.com, Lazada.com, Joglo.com, Blibli.com dan sebagainya. Untuk urutan kedua jasa dan konsultan kebanyak para psikiater maupun dokter membuat situs online untuk melayani pasien mereka. Begitu juga dalam profesi pendidikan, saat ini sedang marak belajar jarak jauh atau dikenal dengan e-learning.

Dan menurut Hammam Riza, BPPT dalam buku Profil pengguna internet di Indonesia“Ke depannya, Internet sebagai enabler akan menyebabkan kecenderungan demand di sektor retail atau individu akan semakin lebih dahsyat lagi dibandingkan sekarang. Sementara peningkatan demand dari industri besar juga akan terjadi untuk peningkatan kualitas layanan pada para konsumen.”