Teknopreneur.com-Boleh jadi suatu saat nanti semua kebutuhan kita akan kita dapatkan melalui belanja online, sekedar sebungkus rokok atau sepasang sandal jepit bisa dibeli hanya dengan mengklik. Bukan hanya barang-barang mahal atau barang unik yang sulit didapat.

Perdagangan online atau e-commerce memang sangat berkembang belakangan ini di Indonesia. seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia, Daniel Tumiwa.  Mantan petinggi Multiply Indonesia ini menyebutkan berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar e-commerce di Indonesia pada 2013 mencapai Rp 130 triliun dan pada 2015 diprediksi naik 250 persen.

“Pasar e-commerce 2013 capai Rp 130 triliun, naik dari 2012 sebesar Rp 69 triliun,” kata Daniel di Jakarta. Senada dengan hal tersebut, Frost & Sulivan dalam risetnya menyebutkan transaksi online 2010 di Indonesia mencapai USD 120 juta dan akan meningkat menjadi US$ 650 juta pada 2015. Menurutnya, seiring dengan men- ingkatnya kebutuhan dan gaya hidup konsumen kelas menengah, tetapi tidak didukung dengan kenyamanan berbelanja offline, maka mereka lebih memilih bertransaksi dan berbelanja online. Hal ini ditunjukkan dengan data dari Indonesia Telecom Outlook Indonesia-Go Online tahun lalu bahwa pendapatan transaksi e-Commerce yang mencapai USD120 juta pada 2010 lalu dan diperkirakan akan mencapai USD650 juta pada 2015 mendatang.

Tak hanya ratusan, bahkan sampai ribuan situs e-commerce dan akun Facebook online shop menjamur di Indonesia. Meski masih dalam level amatir, artinya transaksi tidak menggunakan kartu kredit atau Pay Pal, namun gelombang e-commerce meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, Indonesia ICT Institute, menyebutkan bahwa bisnis perdagangan elektronik memang sedang bergairah. Apalagi, dalam catatan Direktorat E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika, bisnis ini berpotensi memutar uang Rp330 triliun.

Gelombang e-commerce tersebut menciptakan gelembung manakala perusahaan e-commerce global mulai memasuki pasar Indonesia. Sebut saja Zalora, Tokobagus.com, Rakuten, dan MUltiply. Selain itu, ada juga pemain lokal Plasa.com, Kaskus.us, maupun Blibli.com. Menurut Ideosource, nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai US$266 juta atau sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2012 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,1 juta transaksi. Angka ini naik cukup signifikan dari sebelumnya hanya US$144 juta pada tahun 2011.

Idesource juga memprediksi nilai bisnis e-commerce pada 2014 akan mencapai US$776 juta dengan jumlah transaksi sebanyak 28,6 juta transaksi. Angka lainnya datang dari hasil riset yang dilakukan oleh Daily Social & Veritrans. E-commerce termasuk di dalamnya transaksi travel booking dalam negri mencapai US$900 juta atau sekitar Rp8,1 triliun pada tahun 2011.

Seiring penetrasi internet broadband yang semakin meningkat, Daily Social & Veritrans mematok target hingga US$10 miliar pada 2015. Saat ini, tingkat penetrasi e-commerce mencapai 6,5% dari total pengguna internet. Jika pengguna internet di Indonesia mencapai 77 juta pengguna, maka jumlah e-shopper di Indonesia mencapai sekitar 5 juta pengguna. Saat ini, PriceArea.com mencatat tidak kurang dari 2500 situs online yang turut bersaing memperebutkan