Teknopreneur. com – Limbah tebu selama ini memang bisa diubah menjadi bioetanol, namun bukan dari ampasnya (bagasse) melainkan dari  tetesan tebu (molasses). Jika menggunakan molasses dibutuhkan 4kg molasses menghasilkan 1 liter bioetanol dan 4 kg molasses dengan harga Rp4000.

Namun jika menggunkan bagasse dibutuhkan 5 kg untuk menghasilkan 1 liter bioetanol dan harga untuk 5 kg bagasse untuk menghasilkan 1 liter bioetannol dan harga 5 kg bagasse hanya Rp1000. Maka untuk mengembangkan bioetanol dari ampas tebu lebih menjanjikan labanya dibandingkan dengan tetesan tebu.

Melihat potensi tersebut maka PT Perkebunan Nusantara X berencana memanfaatkan ampas tebu dengan mengolahnya menjadi bahan bakar minyak berupa bioetanol. Jika diperhitungkan di PTPN X ada 6 juta ton tebu yang digiling di 11 pabrik gula, maka akan dihasilkan 1,8juta ton ampas.

Dengan ketersediaan ampas yang melimpah PTPN mencoba mengoversi 300-500 ribu ton ampas menjadi bioetanol. Selama ini pabrik gula di lingkungan PTPN X telah mengoptimalkan ampas sebagai pengganti bahan bakar untuk proses produksi gula. Dan ternyata langkah tersebut bisa menghe,at biaya bahan bakar minya sekitar Rp130 milyar pada tahun 2007 dan 4 milyar di tahun 2012.