Teknopreneur.com – Musim kemarau di Indonesia seringkali menyisakan duka saat peristiwa kebakaran terjadi. Televisi tak pernah absen menyiarkan berita kebakaran dari berbagai daerah, terutama kota besar yang padat penduduk. Tak jarang, peristiwa itu juga merenggut korban jiwa. Kebanyakan, mereka terjebak saat api menjalar ke seluruh ruangan.

Kebakaran gedung bertingkat juga rawan terjadi saat konsleting listrik. Memang, gedung biasanya telah dilengkapi alat pemadam api. Namun, alat tersebut kebanyakan digunakan secara manual. Penggunaan alat pemadam masih harus menggunakan bantuan manusia. Jika api terdeteksi lebih dulu, kebakaran masih dapat dihindari. Namun di banyak kasus, api lebih cepat menghanguskan gedung sebelum tim pemadam kebakaran datang. Manusia dinilai belum mampu mendeteksi api sejak dini secara akurat.

Permasalan mengenai kebakaran inilah yang mengilhami Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung, Chandra Lima Silalahidan dua rekannya untuk merancang robot pemadam api yang handal. Robot buatannya dirancang agar dapat melewati rintangan dan mampu bergerak lebih efisien. Dengan mengandalkan sensor proximity detector,robot dapat melacak dinding dan perabotan lain yang ada di dalam ruangan hingga jarak lima meter. Sensor ultrasonik yang terpasang pada robot mampu mendeteksi dari berbagai arah, yaitu kiri, kanan, depan, dan belakang.     

Inovasi robot pemadam kebakaran ini menjadi solusi yang ditawarkan untuk mencegah kebakaran. Robot ini dirancang dengan sensor otomatis dan mampu bergerak lebih gesit. Diharapkan dapat memadamkan api sebelum  menjalar.