Teknopreneur.com – Kalian tentu tak asing dengan orang tercerdas di dunia Albert Einstein, artis hollywood Tom Cruise atau pesulap terkenal Deddy Corbuizer. Tahukah kalian jika ternyata mereka mengidap disleksia.  

Secara fisik mereka tidak terlihat sebagai penderita. Namun ternyata mereka tidak mampu untuk membedakan antara kiri dan kanan, atas atau bawah, ketika membaca atau menyusun kalimat akan terbalik dan sulit untuk memahami luapan emosional orang lain. Jadi ketika ia dimarahi ia tidak akan mengerti bahwa sedang dimarahi.  

Namun mengapa orang-orang diatas bisa menjadi fenomenal bahkan tercerdas di dunia? Meski sulit dalam membaca bahkan membedakan arah jalan mereka bukanlah orang yang IQ nya rendah, IQ mereka justru bisa lebih tinggi dari orang kebanyakan. Mereka bisa mengidap disleksia karena penyakit keturunan yang memang  tidak bisa disembuhkan. Namun masih bisa diminimalisir meski dalam waktu yang panjang.

Jadi orang sekaliber Einstein, harus belajar ekstra keras agar bisa seperti anak normal lainnya. Namun tak semua orang bisa sesemangat Einstein. Di dunia penderita disleksi mencapai 10% sedangkan di Indonesia diperkirakan oleh Asosiasi Disleksia Indonesia mencapai angka 20% dari jumlah penduduknya. Maka diperlukanlah sebuah solusi untuk meminimalisir penyakit  keturunan tersebut.

Oleh sebab itu para mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada yang terdiri dari Muhamad Risqi Utama Saputra, Kuntoro Adi Nugroho, Vremita Desectia A,Vina Sectiana A ini menciptakan suatu software  yang bernama Lexipal.  Suatu software untuk media belajar bagi penderita disleksia. Menurut Ketua Asosiasi Disleksia (Adi), Kristiantini Dewi, ini merupakan inovasi pertama di Indonesia.

Software ini pun lebih lengkap dibandingkan software buatan luar negeri karena  mereka mengajari anak-anak dileksia dengan 12 macam pola pembelajaran. Dari ingatan jangka pendek, persepsi arah hingga huruf, suku kata dan kata. Sedangkan software pembelajaran untuk anak disleksia dari luar negeri hanya mengajarkan tentang hurufan huruf dan bagaimana menyusun suatu huruf.