Teknopreneur.com – Jumlah bangunan dengan panel surya telah berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, ada sekitar tiga perempat jumlah bangunan yang masih dianggap tidak cocok memakai panel surya karena shading, kepemilikan, dan isu-isu struktural. Shading bahkan menjadi masalah serius untuk rumah dengan solar panel.

Shading adalah keadaan saat sinar matahari tertutup atau terhalang sehingga salah satu atau lebih sel silikon dari solar cell panel kehilangan daya untuk menyerapnya. Diperkirakan, meskipun hanya menutupi 3% dari array (alat penyerap energi panas) tetapi dapat menyebabkan kehilangan daya sebanyak 25%.

Maka dari itu, mahasiswa pascasarjana di MIT  (Massachusetts Institute of Technology, US) berhasil menemukan cara untuk mengatasi masalah shading pada solar panel. Penemuan ini secara signifikan dapat meningkatkan kinerja panel yang mengalami shading atau berbayang.

“Teknologi kami berfokus pada pemecahan masalah shading pada panel surya, di mana sebagian kecil dari shading dapat menyebabkan kehilangan daya yang cukup signifikan,” jelas Bessma Aljarbou, salah satu anggota tim.

Dikarenakan panel surya terdiri dari sel-sel dalam seri, satu sel yang buruk dapat mempengaruhi kinerja seluruh panel. Demikian juga, satu panel yang buruk dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan array.

Sudah banyak yang merancang sistem untuk menambahkan pengoptimalan daya panel, sehingga meningkatkan kinerja secara keseluruhan. “Akan tetapi, itu jauh dari solusi yang ideal,” ucap Aljarbou.

“Ketika Anda melakukan itu pada tingkat sel, Anda akan menangkap lebih banyak energi,” kata Aljarbou. Tim laboratorium MIT mengklaim, dengan prototipe yang telah dibuatnya dapat membuat kinerja panel meningkat hingga dua kali lipat, dibandingkan dengan metode optimasi daya yang ada.

“Penemuan Ini memiliki potensi untuk membuka sejumlah bangunan agar membuat seluruh atap yang lebih efisien dan pada akhirnya mengurangi kerugian hilangnya daya dari energi yang dihasilkan oleh solar panel,” kata Aljarbou.

Diharapkan dengan temuan ini, mendorong para generasi muda Indonesia untuk berinovasi seperti hal serupa atau bahkan membuatnya lebih baik lagi. Tujuannya, agar dapat meningkatkan kinerja dari solar panel serta energi yang dihasilkan lebih optimal, sehingga pemanfaatan energi terbarukan ini sesuai dengan misi penghematan energi.