Teknopreneur.com – Sekitar 510 kabupaten/kota diseluruh Indonesia yang telah direncanakan akan mendapatkan alokasi bandwith, 407 diantaranya telah tersalurkan dan telah menghabiskan total bandwith 13 Gbps. Kemudian Telkom berharap, nantinya secara keseluruhan penyaluran bandwith dapat menembus angka 20 Gbps untuk tahun 2014.

Telkom saat ini sedang menjalankan kerjasama dengan pemerintah mengenai program Government Connectivity atau biasa disebut “G-Connect”. Hal ini tampak dipengaruhi oleh dominasi Telkom sebagai penyedia layanan konektivitas terbesar di Indonesia dengan omset mencapai Rp50miliar perbulan.

Seperti yang diucap Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin, “Angka Rp 50 miliar per bulan itu berhasil dibukukan terhitung sejak Mei 2014. Hingga Mei posisinya per bulan seperti itu. Jangan lihat angkanya, itu mainan baru untuk mendatangkan pendapatan baru. Itu sudah bagus performanya.”

“Sebagian kabupaten belum tersentuh karena tengah menunggu pembangunan serat optik Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS). Proyek ini mencakup penggelaran kabel jalur laut sepanjang 5.444 km dan kabel jalur darat sepanjang 655 km yang menelan biaya investasi sekitar Rp 1,7 triliun,” ungkapnya.

Program G-Connect yang digagas Telkom ini, berupa penyediaan kabel optik di sejumlah site, yang terdiri dari kantor Pemkab/Pemkot, kantor LPSE Pemkab & Pemkot, kantor Polres, kantor Kodim dan juga kantor Provinsi di seluruh Indonesia. G-Connect ini masuk ke dalam flagship Indonesia Digital Government (IndiGov). Tahun lalu, investasi untuk program IndiGov sendiri telah memakan biaya sebesar Rp102miliar.

Konsep IndiGov dibentuk berdasarkan pendekatan 3G, yakni : G-Society, G-Connect dan G-Cloud. Government Digital Society (G-Society) di mulai dengan pembentukan komunitas pemerintahan. G-Cloud berupa penyediaan Government Content yang berbasis komputasi awan.

Sebagai penutup Muhammad Awaluddin mengatakan “Pihak Telkom berencana untuk terus mengembangkannya hingga ke sejumlah wilayah lain di Indonesia sesuai dengan yang telah direncanakan, dimana salah satunya Sulawesi-Maluku-Papua. Dikarenakan, pembangunan serat optik Cable System pada tiga daerah terkait masih berlangsung dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.”