Si Pencipta ‘Gelombang Kebutuhan’

122
Teknopreneur Forum on Campus

Teknopreneur.com- Ada yang menarik di Universitas Moestopo, Teknoforum on Campus (TFOC) hadir kembali dengan dua pembicara ahli di bidang bisnis teknologi  Senin (17/6). Mereka adalah M. Andy Zaky, CEO PT. Teknopreneur Indonesia dan  Hari sungkary, Sekjen Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi Indonesia (MIKTI).

Hari menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah pengusaha di Indonesia tahun 2014 baru 1,76%, naik 0,22% dari 1,54% di tahun 2012. Kebutuhan masyarakat pun kini telah berubah, jika dulu membaca berita dilakukan melalui media cetak, kini masyarakat berubah mencandu situs-situs web dalam mencari informasi. Sekarang, media mana yang tak beranjak ke dunia digital? Nyatanya, bukan perusahaan yang menginginkan perubahan itu tetapi semua berubah karena kebutuhan pembaca yang mulai beralih ke dunia digital.

Indonesia tidak hanya membutuhkan seorang enterpreneur, tetapi membutuhkan para teknopreneur. Karena seorang teknopreneur menciptakan gelombang kebutuhan, bukan hanya menciptakan product. Zaky mengatakan ada perbedaan antara enterpreneur dan teknopreneur. Seorang teknopreneur mampu memberikan nilai tambah komersial secara kontinu dalam  inovasi teknologi, baik dalam produk maupun prosesnya, sehingga product yang dihasilkan memiliki keunggulan kompetitif dibanding baranglain. Inovasi menjadi hal yang penting bagi teknopreneur jika bisnis ingin bertahan di masa depan.

Senada dengan Zaky, Hari mengatakan seorang teknopreneur harus punya standar dan disiplin. Jangan hanya fokus pada produksi dan penjualan barang. Menurutnya ada banyak pilihan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam sebuah bisnis yaitu dari sebuah  hak cipta, paten, ataupun merek dari sebuah product. Ia berpesan kepada mahasiswa agar mencari terobosan-terobosan baru dalam sebuah bisnis.

Hary menambahkan menjadi seorang teknopreneur jangan takut gagal. “Jika gagal segera bangkit lagi, orang pintar akan belajar dari kesalahannya.”