Teknopreneur.com – Mari Elka ketua rapat koordinasi bersama 28 kementrian terkait membahas tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang di bidang ekonomi kreatif. Dikarenakan ekonomi kreatif merupakan sektor penggerak yang dapat menciptakan daya saing untuk sektor lainnya maupun daya saing bagi bangsa Indonesia untuk tingkat mancanegara.

Kemudian Mari Elka memaparkan, “Percepatan Perkembangan ekonomi kreatif tidak lepas dari arahan strategis yang sudah terdapat di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, dimana ekonomi kreatif dapat 5 misi, 5 strategis, dan 15 indikator strategis dalam rencana pembangunan nasional.” Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif 5 tahun ke depan tidak bisa dilepaskan dari tahapan dan skala prioritas pembangunan nasional 2005-2025 yang telah memasuki tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ke-3 (2015-2019), yaitu memantapkan pembagunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pada pencapaian daya saing kompetitif perekonomian yang berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta meningkatkan kemampuan di bidang ilmu dan teknologi.

Mari menambahkan, “percepatan pengembangan ekonomi kreatif nasionala akan bertumpu pada Inpres No.6 tahun 2009 yang di dalamnya berisi payung hukum yang  mempertegas keterlibatan kementrian terkait pengembangan ekonomi kreatif tertuang dalam misi, tujuan, sasaran, arah, dan strategi dalam RPJP 2009-2025.”

Ada tujuh isu strategis yang menjadi potensi sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif, yaitu (1) Ketersedian SDM yang kreatif; (2) Ketersediaan SDA yang berkualitas, beragam, dan kompetitif; (3) Industri yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam; (4) Ketersediaan pembiayaan yang sesuai, mudah diakses dan kompetitif; (5) perluasan pasar bagi karya kreatif (6) Ketersediaan infrastruktur dan teknologi yang sesuai dan kompetitif; dan (7) Kelembagaan yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif.

Berdasarkan ketujuh isu strategis tersebut maka telah direkomendasikan revisi untuk visi pengembangan ekonomi kreatif nasional ke depan adalah Indonesia dengan kehidupan yang berkualitas, berbudaya, berdaya saing, kreatif, dan dinamis secara berkelanjutan. Ditambah 3 misi utama, yakni pertama mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis dan berkelanjutan; kedua Mengembangkan Industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam; ketiga mengembangkan lingkungan yang kondusif yang mengutamakan kreatifitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.