Tak Mesti Canggih, Yang Penting Berguna

170
Teknopreneur Forum on Campus

Teknoprenur.com – Ekonomi bisa bangkit dengan meningkatnya jumlah teknopreneur di Indonesia (9/6). Jangan hanya menjadi penonton tapi jadilah pemain dalam bisnis teknologi. Jika hanya ingin mendapatkan gaji 3-5 jutaan tak usah menjadi enterpreneur tapi kerja saja di kantoran.

Tapi jika ingin kaya seperti co‑founder of Instagram, Kevin Systrom yang baru berusia 26 tahun namun sudah memiliki kekayaan hingga $ 400 milion, atau pemilik  Twitter & Square Jack Dorsey yang baru berusia  37 tahun namun memiliki kekayaan hingga $1,7 Bilion, begitu juga Evan Spiegel pemilik Snap Chat yang sedang trend di Amerika melebihi facebook, kekayaannya $3 billion padahal usianya baru 23 tahun. Mereka adalah pemuda-pemuda yang kaya begitu cepat karena menjadi teknopreneur.

“Yang terpenting itu tau kuncinya,” ujar pemateri Teknopreneur Forum on Campus (TFOC), Calvin Kizana (Founder Picmix) dan Mohamad Ismail Thalib (Ceo Zahir Accounting). Pikirkan idenya dulu baru bagaimana cara membuatnya. Mereka yang sudah sukses bukan berarti mereka memiliki teknologi yang canggih namun mereka memiliki teknologi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.  Kita harus lihat problem apa yang terjadi di sekitar kita?

Misalnya Zahir, ia membuat software accounting. Yang dulu orang berpikir accounting hanya menghitung uang dan itu tak penting tapi nyatanya, Zahir banyak dicari hingga kini menjadi merk internasional. Atau Picmix yang muncul karena instagram ternyata tak bisa memenuhi kebutuhan pecinta fotografi di Indonesia, karena tak ada untuk mengedit tulisan atau frame.

Atau kita coba belajar dari Path, Bagaimana path itu muncul? Riset membuktikan path muncul karena facebook tak bisa lagi dijadikan tempat untuk membicarakan hal yang privat. Oleh sebab itu path muncul seperti facebook namun usernya dibatasi, hanya jumlah tertentu. Dan lihat sekarang Path laku dipasaran. Atau Square, yang muncul karena sulitnya melakukan transaksi kredit. Sekarang dengan munculnya square,di hp telah ada kartu kredit yang memudahkan masyarakat berbelanja dengan cicilan yang ringan.

Lalu bagaimana jika ide sudah muncul, maka fokuslah, jangan seperti tukang jahit yang semua pesanan dilayani. Setelah fokus carilah partner yang berbeda. Kita membutuhkan seorang design bukan hanya orang IT, orang accounting untuk menghitung keuangan, begitu juga legal untuk mengerti hukum. Namun kita tak boleh buta sama sekali dasar-dasar dari ilmu-ilmu  tersebut, agar kita tidak tertipu orang luar. “Dan lebih baik lagi, untuk meminimalisir dana yang keluar, kita sendiri yang mengerjakan, “kata Calvin.