Teknopreneur.com –  Industri kilang minyak di Malaysia ternyata bukan hanya memproduksi minyak  namun juga limbah yang berlimpah. Ternyata bukan hanya industri kilang yang limbahnya berlimbah namun juga industri rumah tangga khususnya yang berada di daerah laut. Disana banyak sekali dijumpai limbah kerang.

Limbah kedua industri yang berada di laut jika dibiarkan maka akan menyebabkan pencemaran laut yang lambat laun akan mengancam ekosistem laut. Oleh sebab itu ke empat siswa Sekolah Berasrama Penuh Intergrasi Rawang, Malaysia yang terdiri meneliti bagaimana cara agar pencemaran laut tidak terjadi. Mereka berempat yang terdiri dari Irfan Khalil B Ibrahim,Nur Luqman Hakim,Izwan Muayyad Muhammad, Muhammad Izzan akhirnya mengolah limbah cangkang kerang yang mengandung kalsium karbonat untuk menjernihkan air laut, bernama  Inorganic Neutralizer and Heavy Metal Adsorbent. 

Inovasi yang masuk ke dalam forum Inovasi Teknologi, Conference, & Exhibition 2014 bertema Inclusive Innovation di Hotel Bidakara, Jakarta, 4-5 Juni 2014  bukan hanya bisa memurnikan kembali air laut yang disebabkan oleh minyak namun juga bisa mengolah air limbah yang mengandung asam dan yang berasal dari industri elektroplating. Inovasi yang masuk ke dalam ini pengolahan kurang lebih 1-2 bulan. Cara mengolahnya dengan menggiling cangkang kerang menjadi serbuk pada ukuran 250 mikrometer. Kemudian dites fraksi x-ray untuk menemukan komposisi shell kerang. 

Jika hasilnya menunjukkan bahwa cangkang kerang mengandung 98-99% kalsium karbonat yang setara dengan kelas tinggi kalsium karbonat, maka dapat menjernihkan air limbah dari industri pelapisan logam yang mengandung konsentrasi tinggi logam berat (188.75mg / L tembaga) dengan pH3.

Dosis yang digunakan untuk menjernihkan air limbah sebanyak 500 ml dengan pengadukan homogen selama 12 jam. Setelah itu air limbah disaring kembali untuk mendapatkan filtrat dan sisa serbuk cangkang kerang. Setelah itu digunakan coupled plasma induktif – spektrometri emisi optik untuk menganalisis logam berat terserap dalam air limbah diperlakukan dan menemukan penghapusan 64% dari logam berat dalam limbah cair (188.75mg /L – 68.041mg /L tembaga). Setelah itu diukur dengan pH meter apakah telah netral atau masih asam. Kemudian discanning dengan mikroskop elektron dan energi dispersif x-ray untuk menemukan jumlah logam berat teradsorbsi oleh serbuk cangkang kerang dan menemukan bahwa serbuk cangkang kerang telah mengabsorbsi 58,05% dari tembaga logam berat dari air yang sudah tercemar limbah.