“Networking Harus Dimiliki Teknopreneur” di TFOC UMN

127

Teknopreneur.com – Bisnis teknologi di Indonesia masih kalah jauh dibanding negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, persentase wirausahawan Indonesia hampir 0 % sedangkan Malaysia sekitar 5 %, Thailand 0,6 % sedangkan Singapura telah lebih dari 70%.

Maka dari itulah, guna membangun daya saing dan passion berbisnis teknologi di Indonesia, pada hari Senin pagi (02/06/2014) Bapak Andy Zaky selaku CEO Teknopreneur  dan Arief Whidiyasa, yang dikenal sebagai young founder Agate Studio, ruang kreasi game asli Indonesia yang telah terkenal hingga luar negeri, memberikan kunci sukses berbisnis teknologi untuk para startup khususnya mahasiswa dalam Technopreneur Forum On Campus yang hadir di Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

“ Untuk memulai bisnis teknologi yang dipentingkan inovasi produknya. Di samping itu, ada empat kiat menjadi untuk berkecimpung di  bidang bisnis teknologi” ujar Bapak Andy Zaky.

Pertama, manajemen risiko yang telah diperhitungkan jauh hari. “Jack Dorsey, pendiri Twitter, telah membuat perhitungan manajemen risiko dengan membuat pertanyaan 120 buah untuk mengantisipasi kebangkrutan Square,” tambah Bapak Andy Zaky.

Kedua, membangun tim yang kokoh dengan tiga titik segitiga yang berkaitan satu sama lain, hacker, hipster dan hustler. Hacker, sekumpulan ahli di bidang teknologi, hipster, seseorang ataupun beberapa orang yang ahli di bidang desain dan seni, dan hustler adalah seseorang dan beberapa orang yang mengatur keuangan. Selanjutnya, hal yang penting lainnya adalah tentukan nilai, visi, dan misi dalam berbisnis dan selalu tetap fokus jangan sampai lengah. Yang terakhir adalah, networking, yang harus digaris bawahi, menjalin jaringan kerja dengan rekan sangat krusial karena turut berperan dalam solusi bisnis masa depan.

Kiat-kiat sukses Bapak Andy Zaky pun diamini oleh Arief Whidiyasa, membangun bisnis pasti menemui kendala-kendala di tengah perjalanan, apabila menemui kebuntuan, hal penting yang dilakukan adalah mengintropeksi diri, menganalisis kesalahan, dan memperbaiki kesalahan.

“Tiga jurus jitu yang harus dimiliki wirausahawan adalah ownership, accountability, dan responsibility, ownership adalah mengakui kesalahan tidak menyalahkan orang lain, accountability tidak mencari alasan untuk tidak melakukan tindakan dan responsibility bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tugas yang dijalani,” tegas Arief.

Tidak hanya itu, UMN mendirikan Skystar Ventures, organisasi yang dibuat untuk mewadahi calon wirausahawan-wirausahawan muda tidak hanya untuk kalangan mahasiswa UMN tetapi di luar mahasiswa pun diperbolehkan.