Teknopreneur.com – Berdasarkan sumber Pusdatin, Kementerian Kesehatan dan BPS, pada tahun 2011, penduduk Indonesia adalah 241.182.182, 66,08% berusia produktif 15-64 tahun, sebanyak 159.375.039 orang. Sayangnya, pada jumlah populasi sebanyak itu, dengan total investasi sebesar 2.225 triliun pada 2010-2014, hanya akan menyerap tenaga kerja 4.731.770 orang. Solusi berwirausaha bukan lagi sebagai alternatif tetapi akan tetapi sebagai pengemban perekonomian  Indonesia.

Pada Technopreneur Forum On Campus Selasa pagi ini (03/06) di Universitas Mercubuana, dengan tiga pembicara termumpuni di bidangnya, Amir Sambodo, Devita Agus yang merupakan Asisten Direktur Mustika Ratu dan Andrias Wiji, pencipta reaktor biogas. Bapak Amir Sambodo, Founder Teknopreneur Indonesia menawarkan konsep inovasi budaya dalam bisnis teknologi (Indovasi). Sebuah bisnis tidak terlepas dengan dua macam inovasi, inovasi teknologi dan inovasi model bisnis.

“Dalam membangun sebuah bisnis teknologi, terdiri atas inovasi teknologi itu sendiri dan inovasi model bisnis. Harus ada model bisnis untuk menghasilkan teknologi kaena jika tidak ada, teknologi hanyalah sebuah hasil yang disimpan di dalam rak” tutur Bapak Amir Sambodo.
Pada dua jenis inovasi tersebut menelurkan enam strategi-strategi menuju kesuksesan berbisnis teknologi bagi para wirausahawan muda pada khususnya.

Sebuah inovasi teknologi terdiri atas servis dari produk, proses pembuatan sampai terciptanya produk yang nantinya akan dipasarkan. Sebelum dipasarkan dibutuhkan inovasi model bisnis agar produk dapat sampai ke tangan konsumen yang tepat.

Tiga strategi selanjutnya adalah proposi nilai (value propotion), dapat dilihat seperti contoh iPhone, produk ini bukan hanya sekadar alat komunikasi, alat data, akan tetapi handphone terutama smartphone menjadi sebuah budaya masyarakat kini.

Andrias Wiji pun menambahkan, “jadi berbisnis tidak hanya mencari kesempatan saja, itu konsep yang salah, tetapi sebuah produk memberikan tata nilai.”

Kedua, rantai penawaran (supply chain), cara-cara produk dapat diterima sampai ke tangan konsumen. Dan yang terakhir adalah, target konsumen.

“Tidak harus bertempur pada teknologi yang susah dilawan paling least kompetensi tapi nilainya tetap tinggi contoh  T-Files (Technologies Files) memiliki riset pada renewable energy, pada akhirnya riset mereka menjadi tugas akhir dan bisnis,”ujar Andrias Wiji.

Andrias Wiji sebagai pencipta reaktor biogas dan perusahaan kosmetika Mustika Ratu pun berkaitan erat dengan inovasi budaya karena merupakan nilai-nilai yang tertanam di Indonesia dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi wirausahawan muda. Bapak Andrias Wiji saat ini membuat Teknologi Anak Negeri (TENARI) dan bisnis bioteknologi pada makanan lokal, tahu, untuk mendorong para pengusaha tahu lokal di Indonesia.