Teknopreneur.com – Alam menyediakan semua kebutuhan hidup manusia. Akan tetapi, ahir – ahir ini kerusakan alam semakin gencar dan mengakibatkan perubahan iklim diberbagai penjuru bumi. Perubahan iklim tersebut salah satunya disebakan oleh pencemaran lingkungan (baik udara, darat, maupun air). Pencemaran lingkungan ini pun disebabkan oleh penggunakan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Dalam hal ini, industry pembuatan kertas salah satunya. Maka dari itu dikembangkanlah biopulping teknologi sebagai alternatif.

Industri kertas dan pulp terkenal dengan limbahnya yang sulit diatasi. Limbah ini berasal dari bahan kimia seperti soda api, sulfit dan garam sulfide dalam proses penghilangan kandungan lignin. Bahan kimia inilah yang dianggap sebagai seumber pencemaran lingkungan. Diberbagai Negara penggunakan bahan ini sudah dilarang. Pengelolaan pulp yang ideal adalah dengan teknologi biopulping, yaitu mengolah pulp dengan bantuan mikroba (jamur) melalui proses mikroorganisme atau pelapukan.

Biopulping mengurangi energi listrik yang dibutuhkan oleh rata-rata 25 % – 30 % , juga menghemat sekitar $ 9 – $ 20 per ton pulp. Biopulping menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari proses alami untuk menghasilkan kertas berkualitas tinggi sekaligus mengurangi energi yang dibutuhkan dan polutan yang melarikan diri keluar ke udara selama proses tersebut.

Berdasarkan metode pretreatment jamur , serpihan kayu yang dikukus , didinginkan , diinokulasi dengan jamur alam tertentu , dan diinkubasi selama dua minggu . Selama periode inkubasi , jamur berkolonisasi permukaan dan bagian dalam serpihan kayu dan mengeluarkan enzim yang mendegradasi lignin dalam kayu dan melembutkan chip . Proses ini dapat menghemat sejumlah besar listrik , meningkatkan kualitas kertas , mengurangi dampak lingkungan dari pembuatan pulp , dan meningkatkan daya saing ekonomi

Artikel lebih lengkap kungjungi halaman ini!