TFoC IPB, Seorang Teknopreneur Harus Berani Mengambil Resiko

129

Teknopreneur.com- Ada yang berbeda dari Teknopreneur Forum On Campus (TFOC) di Universitas Pertanian Bogor (24/5). Kali ini TFOC dibuka dengan iringan lagu, karena cinta. Peserta ikut bernyanyi, menikmati alunan musik. Pemateri TFOC IPB tak kalah hebat, ada Adhi Lukman, Ketua (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMII) dan M. Andy Zaky, CEO PT. Teknopreneur Indonesia.

Lukman mengatakan mahasiswa harus berani menjadi teknopreneur, berani menghadapi tantangan untuk menciptakan nilai tambah untuk meraih sukses. Ia berkisah dulu dirinya sempat bekerja di suatu perusahaan selama 11 tahun, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi teknopreneur. Menjadi hal yang wajar bagi Lukman jika setiap bulan harus berfikir bagaimana menggaji karyawan.

“Pilih nyaman sekarang atau berani mengambil tantangan untuk kenyamanan ke depan?,” ujar Lukman

Menurut Lukman perjalanan  menuju sukses dimulai dengan , keberanian, perencanaan, dan kemauan.

“Orang sukses hanyalah orang biasa yang mengerahkan diri mereka dengan cara yang tidak biasa,” lanjut Lukman.

Memutuskan menjadi seorang teknopreneur juga dilakukan Zaky. Ia memulai bisnis di tahun 2003, ketika ia masih menjadi mahasiswa. Gagal? Bukan menjadi hambatan. Lebih dari 5 kali ia menutup bisnisnya. Namun ia tak putus asa untuk mencoba lagi. Zaky mengatakan mahasiswa tak perlu berkecil hati jika ingin menjadi teknopreneur. Banyak perusahaan dunia memulai bisnis dari kampus seperti google dan facebook.

Menurut Zaky kunci menjadi teknopreneur yang maju dan bisa bertahan adalah inovasi, produk layak masuk pasar, fokus, membangun tim, dan yang terakhir networking.

“Menjadi teknopreneur resikonya memang lebih besar tapi sebanding dengan hasil yang didapatkan,” tambahnya.