Teknopreneur.com –“ E-health merupakan permasalahan yang dasar dari semunya. Perkembangan IT yang maju tanpa disertai e-health itu percuma begitu juga sebaliknya,” kata Prof Ilham Habibie, Ketua Harian Dewan TIK Nasional. Maka itu IT dituntut bisa bersinergi dengan layanan kesehatan di negara ini.

Sejak tahun 2012 Departemen Kesehatan menggencarkan salah satu program E-Health yakni telemedicine – layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh. Jadi pasien tak mesti bertatap muka dengan dokter. Ia bisa berkonsultasi kesehatan dari daerah yang berbeda.  Menurut Direktur Penunjang Medic  dan Pembina Telemedicine, Mukhtar saat ini Indonesia sedang fokus pada dua program utama telemedicine yakni teleradiologi, dan telekardiologi.

Sudah ada 10 daerah yang telah diaplikasikan yaitu RSUD Bulu Kumbang, RSUD Atambua,RSUD Bima,Rsud Lapangan Lingga, Lapangan Anambas,  RS Pulang Piso, RS Bukit Tinggi Puskesmas Cilandak, RS Bergerak Bener Meriah, dan Balai Pengobatan Kementerian Kesehatan.

Sedangkan untuk telekardiologi sudah 18 daerah yang diaplikasikan, yakni RSUD Bulu Kumbang, RSUD Atambua,RSUD Bima,Rsud Lapangan Lingga, Lapangan Anambas,  RS Pulang Piso, RS Bukit Tinggi Puskesmas Cilandak, RS Bergerak Bener Meriah, dan Balai Pengobatan Kementerian Kesehatan ditambah dengan Puskesmas Kalideres,Pesanggrahan, RSUD Malimping, Cimahi Tengah,Pandeglang, RSUD Sumedang, RSUD Kota Bandung,  dan Linggis Provinsi.

Meski dibeberapa daerah sudah diaplikasikan ternyata mengaplikasikan telemedicine tidak lah mudah.  Indonesia minim infrastrukturnya, jangankan internet listrik saja tak semuanya merata.  Hal itulah yang disesalkan oleh Oscar Primadi, Kepala Pusat dan Informasi Kementerian Kesehatan.  

Maka dari itu Oscar menyambut dengan senang hati saat Detik Nas bersedia menjadi fasilitator untuk menghubungkan kementerian kesehatan dengan Bappenas dan lembaga lainnya, yang kemungkinan bisa berkerjasama untuk mengatasi persoalan ini. Menurutnya telemedicine sangan bagus untuk dikembangkan mengingat tak semua rumah sakit atau puskesmas memiliki tenaga ahli yang memadai.