Teknopreneur.com- Teknopreneur Forum on Campus, mengusung tema “Membangun Bisnis Teknologi” hadir di Universitas Budi Luhur (20/5). Kali ini dengan pembicara dari PT Pertamina, Yulius Sancoko Asisten Manager End User Computing Support IT Operation dan Adi Marzuki, COO & Business Development PT. Teknopreneur Indonesia.

Dalam acara ini, M Nur Farid Thoha SE, M. Si, Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Budi Luhur pun antusias mengajak mahasiswa menjadi teknopreneur muda.

“Indonesia tidak bisa menampung seluruh pekerja. Mahasiswa harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ucap Farid.

Yulius menerangkan bahwa PT Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang menerapkan ICT di dalamnya. Dulu, Pertamina menjadi menjadi satu-satunya perusahaan pendistribusi minyak. Namun sejak tahun 2010, beberapa perusahaan muncul, ikut mendistribusikan BBM.  Hal ini membuat Pertamina harus terus berinovasi untuk menghadapi tantangan ini.

Pertamina kemudian memfasilitasi karyawannya untuk berinovasi dalam ajang ICT Innovation Challenge untuk membentuk Technopreneur Corporate Share Service (CSS) Pertamina. Ajang ini merupakan wadah untuk menjual ide dan gagasan inovatif berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal yang sama disampaikan Adi. Ia mengatakan berinovasi dalam hal teknologi akan memberikan nilai tambah pada benda. Bahkan menurutnya jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka dibutuhkan banyak teknopreneur untuk menciptakan nilai tambah komersial dari inovasi teknologi secara terus menerus.

Adi memberikan tips bagi para mahasiswa bagaiman menjadi seorang teknopreneur yaitu harus berfikir inovatif (mencari ide-ide baru), membuat business plan, Financing the business (mencari modal),  merintis perusahaan, memproduksi, sell, dan yang terakhir adalah harus terus berinovasi.

“Jangan bicara modal di awal perencanaan bisnis, mulailah dengan pertanyaan kenapa? bukan pertanyaan darimana? Karena itu akan menghambat konsep bisnis kita,” tambahnya.