Teknopreneur.com – Acara Jakarta Marketing Week 2014 yang sudah berlangsung selama 5 hari memasuki hari keenam. Konsep pemasaran baru “wow marketing” yang dikembangkan oleh tim Markplus,inc diperkenalkan oleh Hermawan Kertajaya pada sesi pagi.  “WOW Marketing adalah penggabungan konsep Legacy Marketing dan New Wave Marketing,” ujar Hermawan Kartajaya, Founder & CEO MarkPlus,Inc.           

Namun, yang akan dibahas adalah sesi acara yang diberi nama “MoMo Netizen Hour @ JMW”. Acara diskusi ini merupakan kolaborasi antara Mobile Monday dengan MarkPlus dan dihadiri oleh para narasumber yang terpercaya. Bagaimana diskusi yang diberikan oleh para founder ataupun CEO dari Mobile Marketing & Digital Apps dapat membangun kedekatan dengan para customer.

Adapun pembicara yang hadir, yakni IDC Indonesia, Social Bakers (Pavel Bulowski) –, Telkomsel (Marina Kacaribu) + XL (Herwinto Sutantyo) + Indosat (Tauseef Riyaz), We Chat (Andy Lau, CMO), 7 Langit (Oon Arfiandwi, CTO, Agate Studio (Vincentius HW Ismawan) + NightSpade (Girabaldy Wibowo Mukti) + Duniaku.net (Ami Raditya), dan terakhir Qualcomm. Masing-masing pembicara sharing pengalaman mereka dalam bidangnya tentang bagaimana proses ataupun cara dalam memasarkan suatu produk.

“Game itu tidak hanya untuk campaign sebuah produk tetapi juga dapat membangun Personal Branding, seperti Obama yang memasang advertise di dalam game yang terdapat dalam banner game yang sudah besar dan biasa dimainkan oleh para gamer atau disebut juga In game Advertisement,” tutur Ami Raditya sebagai contoh membangun kedekatan dengan customer.

Artinya, di Amerika sebuah game dapat melakukan campaign atau dapat disebut juga sosialisasisehingga memberikan dampak cukup besar terhadap kaum muda selaku gamer. Kedekatan dengan para market yang dituju inilah merupakan hasil dari jenis marketing yang sasarannya sudah ditetapkan. “jika kita ingin melakukan pemasaran atau sosialisasi kita harus tahu betul market yang kita tuju,” jelas Ami Raditya.

Acara ditutup dengan saran dari para pembicara yang diringkas oleh sang moderator, “Jangan manja, Think Local Act  Global, Consistant, dan Collaborate.”