Teknopreneur.com – Negara yang berada wilayah skandinavia dan jarang tersentuh hangatnya sinar matahari yaitu Swedia bertransformasi dari negara agrarian yang miskin menjadi negara industri yang mampu menciptakan inovasi dan teknologi tinggi dalam kurun waktu 100 tahun dan sekarang Swedia menjadi salah satu pemimpin negara-negara yang berinovasi. Dalam melakukan inovasi, Swedia memiliki karakteristik sendiri, sebuah negara yang memiliki tradisi panjang ‘memaksa’ masyarakatnya menjadi ilmuwan, kreativator, inovator dan entrepreneur baru yang nantinya sukses menciptakan inovasi-inovasinya.

Apa yang membuat Swedia menjadi ladangnya inovasi dan teknologi tinggi sekarang ini? Tidak hanya menjadi sebuah rumah bagi perusahaan multinasional terbesar seperti IKEA, Ericsson, H&M, dan Volvo, tetapi juga menyediakan kawasan untuk perkembangan industri baru seperti lingkungan berbasis teknologi, ilmu pengetahuan, dan TIK. Beberapa contoh lain dari inovasi Swedia adalah The Ball Bearing, The Pacemaker, Skype, dan Solvatten.

Apa yang menjadi rahasia Swedia sehingga menjadi negara adidaya dan berinovasi? Eva Krutmeijer dalam bukunya, “Innovation the Swedish Way” menjelaskan Swedia menganut “Zaman Baru, Inovasi Baru”. Masyarakatnya percaya bahwa mereka hidup di dunia yang tidak dapat lepas dengan dua faktor berikut yaitu ekologi dan ekonomi. Tantangan sosial terbesar Swedia adalah rantai masalah yang saling berkaitan seperti melawan kemiskinan, memenuhi akses air bersih, energi ramah lingkungan, memecahkan kekurangan sumber daya alam, dan menghentikan lingkungan yang terdestruksi. Mereka akan selalu memikirkan masa depan, melakukan pedekatan untuk mencari solusi terbaik memecahkan problem tersebut. Mereka akan selalu mengukur “Seberapa Inovasi Mereka”, inilah yang ada di tiap-tiap individu Swedia untuk berpikir kreatif dan kritis.

Perkembangan ekonomi Swedia yang berkembang pesat, berjalan beriringan dengan perhatian terhadap tantangan global yang dihadapi masyarakatnya sehingga banyak inovasi difokuskan ke pendekatan holistik sebagai solusi yang terintegrasi. Sekarang ini, inovator bekerja berdasarkan analisis “life-cycle”, mereka memilih material dan proses produksi secara hati-hati dan membiarkan desain dan bahan daur ulang sebagai satu bagian yang tidak terpisahkan karena menurut mereka sebuah inovasi, baik itu produk ataupun jasa, dapat dikatakan sukses jika dapat memecahkan problem yang dihadapi tanpa menumbuhkan masalah lain yang baru.

Lima faktor yang menjadikan Swedia negara berinovasi yang sukses antara lain, pertama, sistem edukasi yang mengijinkan murid-muridnya untuk kreatif dan inovasi. Snilleblixtama atau kumpulan orang-orang jenius adalah sebuah organsisasi non profit Swedia yang menyiapkan anak-anak umur 6-10 tahun untuk tertarik dan terpacu terhadap ilmu pengetahuan sehingga nantinya mereka menjadi bibit unggul yang menciptakan inovasi-inovasi baru. Kedua, industri, Industri-industri di Swedia seperti hutan, baja, otomotif dan permesinan mampu menggerakkan ekonomi negara, kontributor terbesar terletak pada bidang obat-obatan. Pada tahun 2012, ekspor Swedia lebih besar dibandingkan ekspor China dan AS dikombinasikan.

Keempat, perdagangan, Pemerintah Swedia tidak kaku dan memiliki undang-undang yang mendukung keterbukaan terhadap pengaruh internasional. Mereka siap menghadapi perdagangan bebas, dengan demikian mereka sangat menyambut keahlian-keahlian yang berasal dari luar negara. Kelima, bidang ekonomi dan politik, Swedia memegang peran penting sebagai salah satu investor terbesar dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah membuat strategi-strategi tertumpu pada inovasi. Terakhir, demokrasi, Swedia terbuka lebar terhadap kerjasama, persamaan gender, dan perbedaan ras dan suku bangsa.