Teknopreneur.com – Di Indonesia, tradisi mendengarkan radio mungkin tak lagi setenar dulu. Kehadiran berbagai teknologi yang lebih canggih membuat masyarakat Indonesia beralih ke televisi atau internet untuk mendapatkan informasi. Kehadiran berbagai aplikasi juga membuat radio makin tak diminati generasi muda.

Namun, tahukah Anda? Ternyata Indonesia mampu memproduksi radio yang  justru laris di Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris, dan Perancis. Radio ini dibuat oleh orang Indonesia, Singgih Susilo Kartono di Desa Kandangan, Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Konsep yang disodorkan oleh produk ini adalah radio kayu. Ternyata, konsep radio kayu buatan Indonesia digandrugi oleh warga asing.

Magno merk yang ditawarkan oleh radio kayu ini mengedepankan desain yang ramah lingkungan. Bodi radio dibuat sepenuhnya dari bahan kayu. Hanya bagian mesin yang menggunakan bahan logam. Konsep dengan finishing minyak kayu dan bukan menggunakan pernis membuat tampilan radio lebih elegan. Meski dengan begitu, pemilik radio harus lebih rajin membersihkan radio kayu dari debu yang menempel. Namun, justru disitulah tujuan penggunaan minyak kayu ini. Produk sengaja didesain agar terjalin relasi antara pemilik dan radio kayu kesayangannya.

Produk ini juga ternyata pernah beberapa kali mendapatkan beberapa kali memenangkan penghargaan, diantaranya Good Design Selection (IGDS) dan International Design Resouse Award (IDRA) di Seattle, Amerika Serikat tahun 1997, Good Design Award 2008 di Jepang untuk katerogi innovation/Pioneering & Experimental Design, Design for Asia 2008 di Hongkong, Design Plus Award 20009 di Ambiante-Frankfurt Germany.

Jika dikembangkan, bisnis radio kayu ini tentu menjadi lahan basah untuk bisnis sekaligus memperkenalkan produk Indonesia di mata Dunia. Radio kayu ini mulai diperkenalkan dibeberapa daerah lain di Indonesia, salah satunya di Lampung. Radio kayu Magno diperkenalkan dalam acara Pameran Produk dalam Negeri yang digelar di Lapangan Enggal, Bandarlampung pada tanggal 2-6 Mei lalu.