Teknopreneur.com – Siswa Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Bandarlampung menggagas pembuatan brownies dari tepung singkong. Inovasi ini muncul sejak 2010 dan terus dikembangkan hingga kini. Awalnya, ide ini muncul dari seorang guru SMTI tersebut, Eko Hermanto. Eko yang juga guru mata pelajaran Aneka Industri Kecil ini lalu mengajak siswanya melakukan uji coba.

Sebelum dijadikan tepung sebagai bahan pembuat brownies, singkong terlebih dahulu dioleh menjadi tepung modifikasi. Hasil modifikasi melalui beberapa tahap ini dinamakan  tepung Mocaf (modified cassava flour). Kini, anak-anak SMTI sudah dapat menikmati brownies yang dibuat dari 100% tepung Mocaf ini.

Dalam proses modifikasi, singkong yang sudah dikupas selanjutnya difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat (BAL) selama 24 jam. Selanjutnya, hasil fermentasi tersebut dijemur dibawah sinar matahari hingga kering. Jika tak ada panas matahari, proses pengeringan dapat digantikan dengan mesin pengering.

Apabila telah kering, singkong tersebut perlu melalui proses penyelapan (grinding) dengan mesin penggiling untuk mendapatkan bentuk tepung. Tepung yang sudah digiling lalu diayak agar tekstur yang diperoleh lebih halus. Selanjutnya, tepung siap dikemas untuk dipasarkan sebagai tepung alternatif untuk membuat berbagai aneka makanan.

Mocaf hasil modifikasi ini mengalami perbaikan mutu, diantaranya warna lebih jernih, aroma singkong berkurang secara signifikan, tekstur lebih halus, elastisitas meningkat, dan rasa pahit kandungan HCN dalam singkong tidak ada terasa di lidah. Selain itu, kue yang dihasilkan juga lebih mengembang dan enak.

Kehadiran tepung singkong ciptaan guru dan siswa SMTI Bandarlampung ini tentu menjadi alternatif  yang baik untuk industry makanan. Selain lebih enak, harganya pun lebih murah sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Saat ini, hasil olahan tepung dan makanan dari Mocaf ini telah dipasarkan dalam Pameran Produk Dalam Negeri yang diadakan oleh Kementerian dalam Negeri RI di lapangan Enggal, Bandarlampung pada (2-6/5) lalu.