Teknopreneur.com – Sebuah data yang cukup mencengangkan datang Business Software Alliance (BSA). Dalam hasil risetnya tahun lalu, BSA menyatakan angka pembajakan software PC global sudah mencapai 42 persen dengan nilai komersil mencapai US$63,4 miliar pada 2011. Di Indonesia tingkat pembajakan sudah mencapai 86 persen dengan nilai komersil sebesar US$1,4 miliar pada 2011.

Mengapa angka pembajakan baik di dunia maupun di Indonesia masih tergolong tinggi? Menurut Hari Sungkari—Sekertaris Umum Masyarakat Industri Kreatif Indonesia (MIKTI)—minimnya pengetahuan publik akan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) atau Intellectual Property (IP) menjadi salah satu penyebab mengapa angka pembajakan masih tergolong tinggi.

World Intellectual Property Organization sendiri mendefinikan HKI mengacu pada kreasi intelektual berupa inovasi, literasi, karya seni, simbol, nama maupun desain yang digunakan untuk komersial. HKI sendiri bisa dibagi menjadi dua jenis : Hak Cipta dan Hak kekayaan industri.

Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi seorang pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya ataupun membatasinya. Ruang lingkup hak cipta ini sangat luas. Mulai dari karya periklanan, arsitektur, kesenian, kerajianan tangan, desain, fashion, film dan video, musik, pentas seni, penerbitan, software, televisi dan radio serta video dan game komputer. Durasi perlindungan hak cipta ini akan habis 50 tahun setelah diumumkan serta 50 tahun setelah kematian penciptanya. ­­­­­­

Sementara untuk hak kekayaan industrial terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Mulai dari hak paten, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang dan merek. Sementara itu, paten merupakan hak yang diberikan kepada seorang inovator atas penemuan di bidang teknologi.

Sementara desain industri berkaitan erat dengan kreasi bentuk, warna, garis, pola dan semua hal yang berkaitan dengan suatu produk. Salah satu contoh kasus dalam sengketa desain industri adalah apa yang terjadi antara Samsung dan Apple baru-baru ini. Apple saat itu menuduh perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah menjiplak desain iPhone dan Ipad yang diaplikasikan pada produk Galaxy dan Galaxy tab.